Medali UE untuk Presiden SBY
Sabtu, 16 Des 2006 19:06 WIB
Jakarta - Malam ini Pieter Feith - ketua AMM - akan pulang ke markas besar Uni Eropa (UE) di Brussel untuk melaporkan hasil kerja dan evaluasinya selama 15 bulan bertugas memantau proses damai RI-GAM di NAD. Tapi sebelum bertolak meninggalkan Indonesia, ia menyampaikan medali penghargaan dari UE kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas keputusan politik Pemerintah RI untuk menyelesaikan konflik bersenjata di Aceh secara damai. "Proses damai dan implementasinya tidak akan berhasil tanpa komitmen kuat, dukungan politis dan arahan Kepala Negara. Pemerintah RI telah memfasilitasi pelasanaan tugas tugas kami di sini dengan baik," kata Feith, di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Sabtu (16/12/2006). Selain ditujukan kepada SBY, medali yang bertajuk "European Security and Defence Policy Service" itu juga telah diberikan pada seluruh anggota juru runding Pemerintah RI dalam penyusunan MoU Helsinki. Yaitu Wapres Jusuf Kalla, Menko Polkam Widodo AS, Menkum HAM Hamid Awaludin dan Menkominfo Sofyan Djalil. Menurut Feith, penutupan kantor AMM di Banda Aceh merupakan sesuatu hal yang istimewa dan langka. Sebab sesuai prosedur, penutupan kantor misi perdamaian UE hanya dilakukan apabila tugas-tugasnya telah selesai dengan baik dan memuaskan. Bahkan dalam waktu sesingkat itu, pencapaian di lapangan dinilai amat besar."Kami harap dengan hasil pilkada kemarin, kesejahteraan rakyat Aceh akan lebih baik lagi. Kami yakin Irwandi - yang sementara ini perolehan suaranya unggul - mampu mewujudkan itu dengan membangun hubungan yang efektif dengan pemerintah pusat," imbuh pria yang terlanjur menganggap Aceh sebagai rumah keduanya itu. Pada kesempatan sama Jubir Kepresidenan Dino Pattidjalal, menyatakan bahwa dalam pertemuan tadi Presiden SBY atas nama bangsa Indonesia menyampaikan rasa terima kasih yang tidak terhingga. Bukan hanya atas kerja keras AMM, tapi juga pengorbanannya. "AMM bukan saja bagian dari sejarah perdamaian yang sangat langka itu, tapi juga ikut menuliskan sejarah perdamaian di Aceh," ujar Dino mengutip SBY.
(lh/asy)











































