Optimis Dipilih PDIP, Bibit Tidak Tebar Rupiah
Sabtu, 16 Des 2006 17:43 WIB
Jakarta - Mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Bibit Waluyo optimistis dipilih PDIP sebagai calon gubernur DKI pada Pilkada DKI 2007. Dia mengaku tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk 'bertarung' dalam Rakerdasus PDIP DKI Jakarta ini. Bibit merupakan salah satu dari enam bakal calon gubernur yang telah lolos verifikasi oleh DPD PDIP DKI Jakarta. Lima bakal calon gubernur lainnya adalah Faisal Basri, Agum Gumelar, Edy Waluyo, Sarwono Kusumaatmadja, dan Fauzi Bowo. Bibit telah menyampaikan visi dan misinya sebagai calon gubernur di hadapan para peserta Rakerdasus PDIP DKI yang berlangsung di Kantor DPD PDIP DKI, Jl. Tebet Raya 46, Jakarta, Sabtu (16/12/2006). Seusai menyampaikan visi dan misi, Bibit ditemui sejumlah wartawan. Berikut petikan wawancaranya: Apakah Anda optimistis bisa menjadi calon gubernur dari PDIP? Secara pribadi optimis. Tapi, itu kehendak Allah. Saya mencalonkan diri karena sesuai petunjuk ketua umum DPP PDIP dan keluarga besar PDIP juga menerima kehadiran sayaApakah ada janji-janji kepada PDIP, bila nanti Anda terpilih sebagai calon gubernur? Tidak berjanji apa pun kepada partai. Kalau saya melalui kendaraan PDIP dan punya tekad untuk memelihara dan menjaga partai, itu wajar. Ini tidak ada deal-deal politik. Kalau saya dibesarkan oleh PDIP, sudah sewajarnya saya menjaga partai.Untuk mencalonkan diri ke PDIP, sudah mengeluarkan duit berapa Pak? Saya tidak pernah mengeluarkan dana sepeser pun. Saya datang kan sendiri, daftar. Duit dari mana? Saya ini pensiunan, kayak besi kelontongan. Kalau ada calon lain yang menggunakan uang, itu pasti akan mengecewakan rakyat. Karena saat ini pemilihan dilaksanakan secara langsung. Pasti akan banyak ruginya. Kalau pakai duit, itu pasti ngapusi. Dukungan riil cuma PDIP, asal tidak ngapusi.. ha..haKalau tidak terpilih PDIP sebagai calon gubernur, apakah akan melirik partai lain? Kalau tidak terpilih PDIP sebagai calon, saya selesai sudah. Ngapain, rugi kalau ke partai lain. Ya sudah sajaKalau terpilih sebagai calon gubernur, Anda menginginkan calon wakil gubernur yang bagaimana? Soal itu saya serahkan kepada partai, yang membawa saya. Tapi, saya berharap, kalau bisa dia itu dari birokrasi karena kan saya baru. Kalau wakilnya baru juga, dikhawatirkan akan terjadi stagnan roda pemerintah daerah, juga untuk pelayanan masyarakat. Kalau dari birokrasi, saya bisa melakukan penyesuaian 4 bulan, tapi roda pemerintahan bisa berjalan.
(asy/asy)











































