Panglima TNI Tidak Mau Komentari Hasil Pilkada Aceh
Sabtu, 16 Des 2006 15:38 WIB
Jakarta - Meski akhir-akhir ini Pilkada Aceh jadi sorotan, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto tak ambil pusing. Ketika ditanya soal Aceh, ia benar-benar tidak mau berkomentar. "Jangan soal Aceh ya, sudah banyak yang komentar. Soal ini saja, Hari Juang TNI. Oke, apa (yang mau ditanyakan)?" kata dia usai menjadi Irup Peringatan Hari Juang TNI di Lapangan Jenderal Sudirman, Jalan Pemuda Ambawara, Kabupaten Semarang, Sabtu (16/12/2006).Para wartawan pun diam sejenak, karena tak menyangka Panglima TNI akan berkata seperti itu sebelum ditanya. "Hari Juang TNI Bagaimana, Pak," tanya seorang wartawan sedikit asal-asalan."Oke, jadi dalam peringatan kali ini, seperti disampaikan almarhum Jenderal Sudirman, TNI tidak boleh berkhianat dan harus menjaga keutuhan bangsa. TNI juga harus berdiri di atas semua golongan," paparnya panjang lebar.Djoko menjelaskan, jika ada kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI, maka dia akan jadi musuh bangsa, musuh rakyat, dan musuh pers juga. "Negara kita sangat luas. Kalau dibentang bisa sejauh Inggris hingga Turki atau Irak. Jadi kita butuh tentara yang kuat," lanjutnya.Ketika wartawan mencoba menanyakan sekali lagi soal atribut GAM yang dipakai calon pemenang pilkada Aceh, Irwandi Yusuf, Djoko tetap tak mau komentar. "Nanti dulu, kalau itu jangan (ditanyakan)," tandasnya.Lalu, Panglima TNI pun kembali bicara soal Hari Juang TNI dan beberapa tugas prajurit di era sekarang. Alhasil, hingga wawancara ditutup, wartawan tak mendapatkan keterangan sedikit pun soal Aceh.
(try/asy)











































