Retakan Lantai Rumah di Sukoharjo Keluarkan Asap

Retakan Lantai Rumah di Sukoharjo Keluarkan Asap

- detikNews
Sabtu, 16 Des 2006 15:08 WIB
Jakarta - Lantai di sebuah rumah di Sukoharjo, Jawa Tengah, telah lama diketahui retak. Namun dalam dua hari terakhir, pemilik rumah melihat ada asap mengepul yang keluar dari celah retakan tersebut. Selain juga membaui lumpur terbakar, lantai di sekitar celahan juga terasa panas.Fenomena alam itu terjadi di rumah milik Warto di Kampung Indronatan, Ngabeyan, Kartosuro, Sukoharjo. Retakan memanjang tersebut terdapat di lantai teras depan, persis di sambungan keramik dengan lantai semen biasa. Warto mengatakan retakan lantai teras itu sudah terjadi agak lama.Namun dua hari terakhir, di garis celah retakan itu diketahui muncul asap putih tipis mengepul dari retakan tersebut. Ada dua titik berdekatan yang mengepulkan asap. Semula tinggi kepulan asap mencapai sekitar 30 cm, namun sekarang sudah mencapai 50 cm.Dari radius 3 meter dari sumber asap juga dapat dibaui dengan jelas bau asap seperti bau lumpur terbakar. Namun ketika dicoba didekatkan api, sama sekali tidak menunjukkan reaksi seperti halnya jika yang mengepul itu adalah gas alam.Tak cuma itu. Lantai di sekitar retakan juga menjadi panas. Ketika dicoba diletakkan margarine di lantai yang panas itu, tidak lama kemudian gumpalan margarine beku tersebut terlihat meleleh. Panas tersebut juga dapat dirasakan di ruang tamu rumah warto, tak jauh dari retakan.Warto mengatakan sebelum didirikan rumah, tanah tersebut merupakan areal sawah. Pada tahun 1992 tanah sawah tersebut ditimbun lalu diratakan untuk mendirikan rumah."Kami benar-benar tidak mengetahui asal muasal asap dan panas di sekitar retakan itu. Kami berharap Pemerintah segera mengecek untuk memastikan asap tersebut bahaya atau tidak untuk kesehatan kami," ujar Warto saat ditemui di rumahnya, Sabtu (16/12/2006).Fenomena alam tersebut tak urung menjadi perhatian warga sekitar. Apalagi beberapa waktu terakhir di beberapa tempat di tanah air banyak bermunculan gas alam dan lumpur panas yang menyembur dari perut bumi.Untuk menghindari kerusakan akibat ulah para penonton, polisi setempat melingkari areal retakan yang mengeluarkan asap itu dengan garis polisi. Pengamanan itu dilakukan agar tidak terjadi kerusakan sebelum dilakukan penelitian oleh dinas terkait. (mbr/asy)


Berita Terkait