Di Hari Juang, 'Jenderal Sudirman' Beri Maklumat Panglima TNI
Sabtu, 16 Des 2006 15:02 WIB
Semarang -
Panglima Besar Jenderal Sudirman hidup lagi! Usai upacara peringatan Hari Juang TNI, pahlawan nasional asal Purbalingga itu memberi bundalan berisi maklumat kepada Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto. Demikianlah salah satu adegan dalam drama kolosal perjuangan Jenderal Sudirman yang ditampilkan Kodam IV/Diponegoro di Lapangan Jenderal Sudirman, Jalan Pemuda Ambawara, Kabupaten Semarang, Sabtu (16/12/2006), Dalam fragmen yang dilakukan ratusan orang yang sebagian besar berasal dari Solo itu, semua diawali dari kedatangan sekutu datang ke Indonesia. TKR yang dipimpin Jenderal Sudirman bertempur habis-habisan melawan tentara Inggris selama 5 hari yang dikenal dengan Palagan Ambarawa. Dengan strategi 'supit urang' (membentuk ekor udang), TKR berhasil membuat logistik sekutu habis. Sekutu dan Belanda (membonceng sekutu) tak berkutik dan batal menguasai Semarang dan wilayah Jawa Tengah pada 15 Desember 1945.Fragmen itu tampak cukup menarik tamu dan warga sekitar, karena suasana pementasan laiknya perang era dulu. Suara tembakan dar, dor, terdengar. Juga ada, beberapa dentuman meriam dan dua pesawat tempur yang bersahut-sahutan di atas lapangan.Setelah memenangkan peperangan, dengan dikawal dua prajurit, Jenderal Sudirman menuju Panglima TNI. Dengan gagahnya, ia menyerahkan bundalan. Setelah itu, jenderal yang mengenakan jubah warna coklat dan topi khasnya itu berlalu dan disambut ratusan pemeran drama kolosal itu dengan teriakan 'merdeka' berulang kali.Panglima TNI pun dalam amanatnya meminta prajurit terus berjuang meski peralatan dan kesejahteraannya belum cukup. "Semangat keprajuritan jangan luntur hanya karena dua hal itu. Itu dibuktikan Jenderal Sudirman ketika melawan kolonial," kata dia. Selain fragmen Palagan Ambarawa, peringatan Hari Juang TNI juga diwarnai aksi terjun payung 82 personel Kopassus dan Kostrad, atraksi bela diri, dan defile dari kelompok drum band, kesatuan TNI, pemeran drama kolosal, dan kendaraan-kendaraan TNI.
(try/asy)










































