Ba'asyir Minta Umat Islam Tidak Ganggu Perayaan Natal
Sabtu, 16 Des 2006 14:57 WIB
Jakarta - Menjelang Hari Natal, Ustad Abu Bakar Ba'asyir meminta umat Islam Indonesia tidak mengganggu prosesi perayaan Natal. Ba'asyir juga meminta umat Islam tidak ikut merayakannya."Yang jelas umat Islam tidak boleh ganggu dan tidak boleh ikut campur seperti mengucapkan selamat Natal atau membantu," kata Amir Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba'asyir usai seminar 'Syariat Islam di Lembaga Negara' yang dilaksanakan di Gedung Balai Krida, Jalan Iskandar Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/12/2006).Mengenai jumlah 16.000 personel yang diturunkan untuk mengamankan Natal di Jakarta, Ba'asyir memakluminya. "Polisi pasti mengetahui dengan jelas dan memahami bagaimana situasi yang akan terjadi," ujarnya.Kalaupun nanti ada ancaman peledakan bom, Ba'asyir meyakini hal itu adalah rekayasa yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan menunggangi kelompok tertentu."Itu rekayasa. Semua bom itu sebenarnya rekayasa. Memang ada yang jujur seperti Imam Samudera, namun dia ditunggangi dan salah perhitungan. Saya yakin itu (ancaman bom) rekayasa sebab orang Islam tidak boleh ganggu," tuturnya. Sedangkan untuk perayaan Idul Adha yang berdekatan dengan tahun baru 2007, Ba'asyir meminta umat Islam tidak merayakan pergantian tahun. "Sebagai umat Islam, tentunya yang dirayakan ibadah Idul Adha, bukan tahun barunya. Orang Islam itu tidak boleh dari segi hukum agama merayakan tahun baru," tegasnya.
(bal/asy)











































