Polisi Belum Temukan Ajaran Komunis pada Diskusi Marxis
Jumat, 15 Des 2006 17:41 WIB
Bandung - Aparat kepolisian belum menemukan adanya indikasi pengajaran komunis dalam diskusi yang dilaksanakan di Toko Buku Ultimus, Bandung. Pembubaran diskusi bertajuk "Perkembangan Marxisme Internasional" oleh ormas dan polisi hanya didasari oleh laporan ormas yang tidak suka dengan kegiatan tersebut."Ini adalah temuan masyarakat. Ada sekelompok masyarakat yang tidak suka, maka Polsek Bandung Tengah membubarkan diskusi itu," kata Kapolwil Bandung Kombes Pol Edmon Ilyas di Mapolwiltabes Jalan Jawa, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/12/2006).Atas dasar laporan masyarakat, kata Edmon, pihaknya mengambil langkah preventif dengan mengamankan 11 orang yang berada di lokasi kejadian.Informasi yang dihimpun detikcom, dari 11 orang yang diperiksa terdiri dari 8 panitia, narasumber dan peserta, serta 3 lainnya adalah masyarakat yang berada di lokasi tersebut. Dua di antaranya pasangan suami istri.Dari 11 orang tersebut, sampai saat ini berstatus saksi dan masih dilakukan pemeriksaan. Dia menambahkan, pembubaran juga dilakukan karena kegiatan itu tidak ada izinnya.Ditanya apakah ada indikasi penyebaran paham komunis, Edmon menjawab belum ada. "Belum ada indikasi penyebaran komunis, karena diskusi baru mulai. Kita masih mempelajari buku dan poster berbau komunis yang kita sita," katanya.Edmon juga mengatakan belum ada pasal yang dituduhkan kepada mereka. "Saya masih belum bicara mengenai tuntutan. Mengenai penyegelan Toko Buku Ultimus, segera akan dibuka setelah selesai pemeriksaan dan tidak ditemukan adanya pelanggaran," katanya.Disinggung mengenai prosedur pembubaran dan penahanan para saksi, Edmon menegaskan, pihak kepolisian bisa berbuat apa saja untuk keamanan kota Bandung.
(jon/sss)











































