Penggerebekan 'Kenalan' Noordin M Top di Jateng Dibantah
Jumat, 15 Des 2006 15:39 WIB
Semarang - Selasa 12 Desember 2006 lalu, rumah Slamet di Perum Sidodadi, Kedungwuni, Pekalongan, dikabarkan digerebek polisi karena sang pemilik diduga kenal dekat dengan gembong teroris Noordin M Top. Namun informasi itu dibantah."Tidak ada penggerebekan atau penangkapan. Tolonglah, jangan publikasikan informasi yang belum benar," kata Direskrim Polda Jateng Kombes Pol M Zulkarnaen ketika ditemui di Mapolda, Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (15/12/2006).Ketika ditanya siapa Slamet, Zulkarnaen terlihat bingung. Dia malah balik bertanya dengan kalimat yang sama, "Lha siapa, saya juga tidak tahu," katanya sambil tersenyum.Zulkarnaen yakin betul penggerebekan dan penangkapan terkait kasus terorisme belum ada hingga sekarang, karena kemungkinan-kemungkinan adanya anggota jaringan Noordin M Top di wilayah Jateng masih dalam penyelidikan."Belum ada informasi yang jelas. Sekali saya katakan, tidak ada penggerebekan dan penangkapan orang terkait kasus terorisme," tegasnya.Zulkarnaen berharap masyarakat turut aktif melaporkan orang-orang yang dicurigai sebagai anggota jaringan terorisme. Dengan cara seperti itu, polisi bisa bergerak lebih cepat dan akurat.Informasi yang dihimpun menyebutkan, dari rumah Slamet, petugas menemukan senjata api jenis Barreta, puluhan amunisi, dan detonator. Sang pemilik melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat.
(try/sss)











































