Diduga Ikut Diskusi Marxis, Didin Diciduk Usai Makan Nasgor

Diduga Ikut Diskusi Marxis, Didin Diciduk Usai Makan Nasgor

- detikNews
Jumat, 15 Des 2006 15:08 WIB
Bandung - Sial benar nasib Didin Saefuddin (28). Usai makan nasi goreng di depan Toko Buku Ultimus, penjual buku tentang Sunda ini ditangkap polisi karena dianggap terlibat diskusi soal marxisme. Saat ditemui detikcom Jumat (15/12/2006) di Mapolwil Bandung, Jalan Jawa, Bandung, Jawa Barat, Didin tampak kelelahan. Ia kemudian menceritakan kenapa dirinya sampai diperiksa di Mapolwil Bandung.Saat terjadi penggerebekan acara diskusi marxisme di Toko Buku Ultimus, Jalan Lengkong, Didin pada Kamis malam (13/12/2006), sedang makan nasi goreng bersama dengan seorang temannya di depan toko buku tersebut."Selesai makan, saya dan teman saya mendekati Ultimus karena penasaran. Tepat di depan gerbang, saya melihat teman saya namanya Arif yang ikut diskusi. Lalu kami bersalaman. Tak lama kemudian kami berdua ditarik polisi," ujarnya.Kemudian Didin dan Arif dimasukkan ke mobil polisi di mana sudah ada 4 orang di dalam mobil tersebut. Lalu keenamnya dibawa ke Polsek Bandung Tengah, Jalan Ahmad Yani, sebelum dibawa ke Polwiltabes Bandung.Di Polsek Bandung Tengah hanya sebentar, sekitar 15 menit. Sampai di Poltabes Bandung pukul 21.00 WIB secara bergantian mereka diperiksa. "Saya diperiksa dari jam 23.00 WIB sampai 02.00 WIB. Capai sekali. Saya bingung karena saya tidak tahu apa-apa," ujar Didin.Proses pemeriksaan berlangsung 3 jam menanyakan seputar kegiatan sehari-hari serta keterlibatan dalam diskusi. "Mereka juga bertanya tentang pengetahuan saya mengenai gerakan marxisme. Saya pernah dengar tapi tidak tahu," katanya.Kekesalan Didin makin menjadi ketika dirinya belum tahu kapan akan keluar dari kantor polisi. "Di sini bosan, sejak jam 2 dinihari tidak ada pemeriksaan lagi," keluhnya. (jon/nrl)


Berita Terkait