9 Narasumber & Panitia Diskusi Marxisme Masih Diperiksa Polisi
Jumat, 15 Des 2006 12:05 WIB
Bandung - Sebanyak 10 orang panitia dan narasumber diskusi tentang marxisme di Toko Buku Ultimus, Bandung, hingga pukul 11.00 WIB, Jumat (15/12/2006) masih diperiksa di Mapolwil Bandung. Diskusi ini dibubarkan oleh ormas yang mengaku dari Pemuda Pancasila dan sejumlah aparat kepolisian pada Kamis malam 14 Desember. Informasi yang dihimpun detikcom dari berbagai sumber, 10 orang yang masih diperiksa aparat kepolisian adalah Sadikin, Suprapto Marhaen alias Haryanto Darmawan (narasumber diskusi), Pamudji, Riliyan, Fuad, Didin, Dani, Husni dan Arif. Hingga pukul 10.30 WIB, toko buku Ultimus yang terletak di Jalan Lengkong Besar 127 Bandung terlihat sepi. Di toko buku yang dijadikan tempat latihan pengamen jalanan ini masih terpasang garis polisi.Padahal, toko buku yang bersatu dengan warnet ini biasanya terlihat ramai oleh mahasiswa yang nongkrong. "Tadi pagi saya mau jualan jongko nasi, saya kaget karena ada police line," kata Bu Syarif, pedagang nasi yang ada di depan Ultimus.Menurutnya, 2 tahun sejak ada Ultimus, tidak ada kejadian aneh yang dilakukan anak-anak. Tempat itu dijadikan penampungan bagi pengamen jalanan untuk latihan. "Cat Bil Seng (koordinor ultimus-red) itu baik sekali. Dia mau mendidik dan menampung anak jalanan di perempatan Jalan Subur," ujar Bu Syarif.Andi, mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial Fakultas ISIP Unpas mengaku tadi malam dia berniat mengikuti diskusi tersebut. Namun dia membatalkan karena ada feeling tidak enak."Saya yakin ini pasti akan ada kejadian besar, karena beberapa hari sebelum kejadian polisi sering datang ke sini. Apalagi temanya gerakan buruh, pasti sensitif," cerita dia.Andi menyayangkan pembubaran ini karena seharusnya tidak perlu dilakukan. Sebagai mahasiswa, sudah wajar mendiskusikan apa pun, termasuk tema marxisme.
(jon/nrl)











































