Tak Miliki Izin, Pemondokan 622 Gagal Digunakan
Jumat, 15 Des 2006 05:43 WIB
Makkah - Jamaah dari kloter 42 enbarkasi Surabaya dan kloter 68 embarkasi Solo batal menempati pemondokan 622 sub sektor 44, sektor 7, di kawasan Misfalah, Makkah. Pihak berwenang di pemerintahan Arab Saudi menutup pemondokan tersebut karena tidak memiliki izin.Akibat kejadian ini, jamaah kloter 42 embarkasi Surabaya yang berjumlah 455 akhirnya dipindahkan ke pemondokan pemondokan 612 yang jaraknya tak lebih dari 300 meter dari pemondokan semula. Sedangkan 405 jamaah dari kloter 68 embarkasi Solo yang baru akan datang pada 21 Desember, menurut petugas di Sub Sektor 44, Anwar Jumeti, akan dipindahkan ke pemondokan 819 di kawasan Bahutmah.Saat wartawan detikcom Djoko Tjiptono dan sejumlah wartawan lainnya berkunjung ke pemondokan 622, Kamis (14/12/2006) pukul 14.00 waktu Arab Saudi, tidak ada kegiatan apa pun di pemondokan tersebut. Seluruh pintu masuk pemondokan tersebut tampak dirantai."Pemondokan tersebut tidak boleh digunakan karena belum mengantongi izin dari pemerintah Arab Saudi," kata Kepala Sub Sektor 44, Ofa Mustafa, saat ditemui di kantornya yang berada di pemondokan 621, di kawasan Misfalah, Makkah.Menurut Ofa, masalah ini murni kesalahan dari pihak pemilik pemondokan. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sudah berulangkali meminta mereka untuk mengurus perizinan. Tapi kenyataannya, sampai jamaah dari kloter 42 embarkasi Surabaya tiba, mereka tidak juga mengantongi izin tersebut.Ofa menambahkan, pemindahan para jamaah tidak dilakukan secara mendadak, tetapi sudah ada pemberitahuan terlebih dahulu. Bus-bus yang membawa jamaah kedua kloter tersebut juga tidak sempat masuk ke pemondokan 622, tapi langsung menuju pemondokan 612.Pemondokan 612 sendiri semula rencananya akan ditempati oleh 11 kloter jamaah haji dari berbagai embarkasi, yakni kloter 16 embarkasi Padang (PDG), kloter 11 embarkasi Banda Aceh (BTJ), kloter 34 embarkasi Surabaya (Sub), kloter 33 dari embarkasi Jakarta dan Jawa Barat (JKS), kloter 35 embarkasi JKS, kloter 23 embarkasi Jakarta (JKG).Kloter 12 embarkasi Medan (MES), kloter 38 embarkasi SUB, kloter 8 embarkasi Batam (BTH), kloter 32 embarkasi Solo (SOC), dan kloter embarkasi 77 embarkasi SOC. Bergabungnya jamaah dari kloter 42 embarkasi SUB ini mau tidak mau akan mengurangi persediaan kamar di pemondokan 612. Saat ditemui di pemondokan 612, jamaah dari kloter 42 embarkasi SUB mengaku tidak masalah dengan kepindahan ini. Apa lagi gedung pemondokan 612 merupakan gedung baru sehingga nyaman untuk ditempati. Rata-rata satu kamar diisi 9 hingga 10 tempat tidur."Ada sih beberapa kekurangannya, misalnya air minum. Katanya satu jamaah dijatah minimal 1 liter, tapi lihat saja di lantai 1 ini cuma ada 4 dispenser, dan sudah kosong. Ada juga kamar yang ditempati 11 jamaah, tapi tempat tidurnya hanya 10," cerita seorang jamaah. Pondokan 622 adalah salah satu pemondokan yang dikunjungi Menteri Agama Maftuh Basyuni saat berkunjung ke Makkah beberapa waktu lalu. Saat itu Maftuh sempat meminta agar kepadatan di sejumlah kamar di pemondokan tersebut dikurangi. Pemondokan 622 ini awalnya adalah sebuah gedung yang biasa disewakan untuk pesta-pesta pernikahan masyarakat Makkah. Menjelang musim haji, dialih fungsikan oleh pemiliknya.Kamar-kamar di pemondokan tersebut merupakan sekat-sekat yang dibuat dari papan sejenis triplek tebal.
(djo/ary)











































