Polisi Bubarkan Diskusi Gerakan Marxisme di Bandung
Kamis, 14 Des 2006 21:41 WIB
Bandung - Sebuah diskusi yang membahas tentang Gerakan Marxisme Internasional yang digelar di Toko Buku Ultimus, Jl Lengkong, Bandung, dibubarkan polisi. Padahal diskusi ini baru berjalan sekitar 20 menit. Diskusi yang menghadirkan pembicara aktivis buruh di Kanada asal Indonesia Suprapto Marhaen (26) ini dimulai sekitar pukul 19.00 WIB, Kamis (14/12/2006). Tema yang diangkat adalah mengenai gerakan buruh di Kanada dan dihadiri sekitar 50 peserta yang kebanyakan adalah mahasiswa.Sebelum acara dimulai, di depan Toko Buku Ultimus itu memang sudah dipenuhi sekitar 30 orang berbaju loreng hijau dan kuning. Di mobil mereka terpampang tulisan Pemuda Panca Marga.Salah seorang anggota Pemuda Panca Marga yang diketahui bernama Adang Supriyadi kemudian masuk ke dalam toko buku sambil berteriak kepada penjaga toko. "Rapatnya di mana. Rapatnya di mana," ujarnya lantang dengan suara yang berat.Tidak hanya penjaga toko yang menjadi sasaran, setiap pengunjung yang berada di dalam toko juga diajukan pertanyaan yang sama. "Kamu dari mana. Ngapain ke sini," tanyanya.Beberapa saat kemudian, anggota Panca Marga yang sebelumnya berada di luar toko buku kemudian menyusul Adang masuk ke dalam toko buku. Dan akhirnya mereka berhasil menemukan lokasi acara diskusi itu, yang tempatnya berada tepat di samping toko buku atau tepatnya berada di halaman.Pada saat itu kebetulan acara baru saja dimulai dengan moderator bernama Willi. Saat acara dibuka, Willi menjelaskan, kegiatan ini hanyalah diskusi biasa. "Ini tidak ada tendensius apa-apa," jelasnya.Pemuda Panca Marga itu pun pada awalnya hanya duduk-duduk dan berjaga-jaga saja di belakang para peserta. Namun, ketika pembicara aktivis buruh di Kanada asal Indonesia Suprapto Marhaen akan memulai diskusi, tiba-tiba komandan Panca Marga, Adang Supriyadi maju ke meja pembicara.Dia langsung merampas mikrofon dari tangan Marhaen. Adang yang mengaku sebagai Persatuan Masyarakat Anti Komunis ini kemudian dengan lantang membubarkan acara tersebut. "Kegiatan komunis tidak relevan lagi. Kami sebagai warga Bandung tidak setuju ada kegiatan komunis di sini. Jangan jadikan Bandung menjadi celah kecil untuk perkembangan komunis di Indonesia. Kami mohon maaf agar kegiatan ini dibubarkan. Saya harap semua hadirin di sini untuk membubarkan diri," ujarnya lantang. Acara ini pun langsung berubah menjadi kerusuhan. Para anggota Panca Marga yang sebelumnya hanya berjaga-jaga di belakang langsung membalik-balikkan kursi yang diduduki para peserta.Merasa diincar para anggota Panca Marga, Marhaen yang sebelumnya duduk di meja pembicara langsung kabur menyelamatkan diri bersama panitia lainnya. Mereka langsung kabur ke kampus Universitas Pasundan yang letaknya tepat di depan Toko Buku Ultimus itu.
(ary/ary)











































