UE Berat Hati Tinggalkan Aceh

UE Berat Hati Tinggalkan Aceh

- detikNews
Kamis, 14 Des 2006 19:47 WIB
Jakarta - Terlibat dalam proses damai Aceh sedari awal membuat Uni Eropa (UE) enggan meninggalkan Tanah Rencong begitu saja. Terlanjur punya 'ikatan batin', UE berniat terus membantu Aceh."Kami tidak ingin begitu saja meninggalkan Aceh setelah kepala daerah yang baru terpilih. Kami berniat terus membantu sebagaimana mandat warga Uni Eropa yang sangat ingin melihat keberhasilan proses damai Aceh," kata Duta Besar UE untuk Indonesia, Jean Brete'che.Keinginan itu disampaikan dia saat menjawab pertanyaan wartawan tentang materi pembicaraannya dengan Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (14/12/2006).Dituturkan Brete'che, UE terlibat dalam proses damai Aceh sedari awal. Mulai dari perundingan delegasi RI-GAM, penandatanganan MoU di Helsinski, Finlandia, hingga memantau pelaksanaannya di lapangan melalui Aceh Monitoring Mission (AMM) yang mengakhiri masa tugasnya selama 15 bulan di Aceh pada 15 Desember 2006."Mister Feith (Ketua AMM Pieter Feith) sudah menyatakan tidak keberatan ditugaskan kembali," ujar Brete'che. (lh/sss)


Berita Terkait