Irwandi-Nazar Digentayangi Rasa Curiga & Oposan

Irwandi-Nazar Digentayangi Rasa Curiga & Oposan

- detikNews
Kamis, 14 Des 2006 17:47 WIB
Jakarta - Awal yang berat untuk Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar dalam pemerintahan Aceh. Mantan jubir GAM dan ketua Dewan Presidium SIRA itu bakal digentayangi rasa curiga dan oposan.Setelah unggul dalam Pilkada NAD 11 Desember 2006, pemerintahan Irwandi-Nazar diperkirakan akan menemui ganjalan, baik dalam kerjasama kelak dengan pihak DPRD NAD maupun hubungannya dengan pemerintah pusat."Ini kan situasi pascakonflik. Saya pikir, akan menjadi awal yang berat bagi Irwandi, DPRD, dan juga pemerintah Indonesia," kata Ketua Tim Pemantau Uni Eropa untuk Pilkada Aceh, Glyn Ford.Hal ini disampaikan dia usai diterima Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (14/12/2006).Dalam pandangan Ford, adanya hambatan berasal dari para politikus lokal di DPRD NAD yang bisa jadi akan menempatkan diri sebagai oposan. Sebab pasangan Irwandi-Nazar merupakan kandidat kepala derah yang tidak berafiliasi dengan parpol mana pun, alias independen.Sementara potensi ganjalan dengan pemerintah pusat, lanjut Ford, akan datang dari pihak-pihak yang masih curiga dengan padangan politis Irwandi-Nazar. Sebab keduanya merupakan tokoh di balik upaya pemisahan NAD dari NKRI.Demi kepentingan rakyat Aceh yang lebih besar, Ford menyarankan Irwandi-Nazar dan DPRD-Pemerintah RI segera menemukan cara terbaik untuk bekerjasama. Ia mengingatkan, rakyat Aceh tentu tidak rela bila kepala daerah baru yang mereka pilih secara langsung direcoki oleh pihak manapun."Parpol harus lapang dada menerima hasil pilkada ini. Begitu juga Pemerintah RI, agar mau sepenuhnya bekerja sama. Irwandi pun harus ingat, dia bukan lagi pemberontak, tapi bagian dari Pemerintah RI. Tidak ada untungnya bila terus ada ketegangan antara Jakarta dengan Aceh," tandas Ford. (lh/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads