Irwandi-Nazar Menang, Parpol Kehilangan Makna
Kamis, 14 Des 2006 14:50 WIB
Jakarta - Saat ini pasangan Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar unggul sementara di Pilkada NAD. Jika sampai menang, partai-partai politik kehilangan makna. Parpol harus mengevaluasi diri. Kok bisa?Sebab Irwandi-Nazar adalah calon independen. Mereka tidak dicalonkan dan tidak dikampanyekan oleh mesin politik bernama partai."Artinya parpol-parpol tidak lagi punya makna. Harus evaluasi parpol-parpolnya," cetus politisi Partai Bulan Bintang Ali Mochtar Ngabalin, usai Diskusi Publik 'Memberantas Korupsi serta Prinsip-prinsip Transparansi: Evaluasi Akhir Tahun di Bidang Keterbukaan Informasi' di Jakarta Media Center, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (14/12/2006).Ali Mochtar kemudian mengimbau DPRD yang diisi oleh wakil-wakil dari parpol untuk menerima hasil pilkada jika calon independen yang memenangkannya. "Parpol-parpol yang ada representasinya di parlemen, DPRD sana, harus mengakui kemenangan calon independen sebagai proses demokrasi. Tidak boleh karena calon independen, tidak bisa bekerja sama," ujar anggota Komisi I DPR ini.Jika pasangan GAM Irwandi-Nazar ini yang menang, Ali Mochtar menyebutkan perlunya fungsi kontrol dari pemerintah pusat. Apalagi sudah ada kesepakatan Helsinki antara pemerintah dengan GAM."Kita harus lakukan fungsi kontrol. Itu penting terhadap pelaksanaan pemerintah. Juga kita punya kesepakatan Helsinki," tandas Ali Mochtar.
(aba/nrl)











































