Tim KLH Akan Tinjau Dugaan Pipa Minyak PT Kondur Bocor
Kamis, 14 Des 2006 14:04 WIB
Pekanbaru - Tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan segera turun ke areal operasi perusahaan migas PT Kondur Petrolium di Kabupaten Bengkalis, Riau. Turunnya tim ini berkaitan adanya dugaan pipa minyak bawah tanah milik Kondur yang bocor.Hal itu disampaikan Kepala Bapedalda Provinsi Riau, Khairul Zainal saat dihubungi detikcom, Kamis (14/12/20006) di Pekanbaru.Menurutnya, pihaknya memang menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat maupun aktivis lingkungan atas dugaan pipa minyak bawah tanah milik perusahaan Bakrie Group ini bocor."Mengingat Bapedalda Provinsi Riau tidak memiliki ahli khusus untuk melihat langsung dugaan pipa bawah tanah ada yang bocor, maka kita sudah memberitahukan hal ini ke Menneg LH. Dalam waktu dekat tim KLH akan segara turun ke lapangan untuk membuktikan ada tidaknya pipa yang bocor," kata Khairul.Khairul menjelaskan, selain persoalan pipa bocor di bawah laut, pihaknya juga menerima laporan dari masyarakat soal pembuangan limbah ke tengah laut. Ada lagi laporan soal pergantian pipa PT Kondur yang menumpahkan minyak mentah di darat. Lokasi penumpahan minyak itu di Desa Kurai Kecamatan Merbau, Kabupaten Bengkalis."Tapi kan tidak semua laporan yang kita terima ini benar. Artinya berdasarkan hasil tim kita yang turun ke lokasi, tumpahan minyak mentah dari penggantian pipa yang baru tidak separah yang dilaporkan masyarakat," kata Khairul.Dia melanjutnya, tumpahan minyak mentah tersebut akibat dari pipa lama yang diganti dengan pipa yang baru. Namun tumpahan minyak tersebut tidaklah terlalu banyak sehingga yang bisa mengancam kelestarian lingkungan. "Tumpahan minyak itu memang ada, tapi volumenya kecil saja," kata Khairul.Menyangkut adanya limbah beracun, Khairul membantah hal itu. Tapi memang katanya, kondisi air laut bagian atas di areal pengumpulan minyak mentah PT Kondur panasnya mencapai 36 derajat Celcius. "Tapi kondisi panasnya di bagian atas masih yang wajar," katanya.Khairul mengakui, di lokasi PT Kondur di tengah laut, memang masih terdapat gumpalan minyak mentah mengapung. Namun volumenya juga tidak terlalu signifikan. Kendati demikian, dari aspek lingkungan, hal itu harus menjadi perhatian serius pihak perusahaan."Kita sudah tegur pihak perusahaan untuk membersihkan sisa-sisa minyak di areal kerja mereka. Dan sekarang mereka sudah berusaha melakukan pembersihan limbah mereka yang terbuang di laut," kata Khairul.Dia juga mengingatkan, agar perusahaan Bakrie Group ini bisa lebih memperhatikan masyarakat di sekitarnya. Mengingat adanya tuntutan masyarakat setempat agar dapat lebih diperhatikan pihak perusahaan yang sudah puluhan tahun berusaha di lokasi tersebut."Kita sudah minta perusahaan, mohonlah diperhatikan masyarakat tempatan di sana. Paling tidak, dari segi sosial, pihak perusahaan bisa mengeluarkan dana ke masyarakat," kata Khairul.
(cha/sss)











































