SBY Koleksi Gerabah Kasongan

SBY Koleksi Gerabah Kasongan

- detikNews
Kamis, 14 Des 2006 13:18 WIB
Yogyakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku banyak mengoleksi aneka kerajinan gerabah Kasongan, baik yang ada di rumahnya maupun di Istana Negara. Bahkan sejak muda bersama istinya, Ny Ani Yudhoyono, dia sudah banyak mengumpulkan berbagai barang kerajinan seluruh Indonesia.Hal itu diungkapkan SBY saat berdialog dengan warga dan pengrajin gerabah Setyo Bawono, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (14/12/2006). Dalam acara itu Presiden SBY didampingi sejumlah menteri yaitu Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Menko Perekonomian Boediono, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Pertanian Anton Apriantono dan para gubernur seluruh Pulau Jawa."Di rumah saya banyak produk Kasongan. Di Istana Negara juga ada dan cantik-cantik," kata dia di Timboel Keramik yang merupakan rumah produksi sekaligus galeri milik Timboel Raharjo, seorang dosen Kriya Institut SeniIndonesia (ISI) Yogyakarta.Dia mengatakan, koleksi gerabah Kasongan itu juga banyak mengundang decak kagum para tamu yang datang. Bila ada tamu yang bertanya, dengan senang hati Presiden SBY akan bercerita berbagai kerajinan gerabah itu dibuat oleh para pengrajin di Kasongan Bantul."Saya akan cerita, itu dibuat di Kasongan dari apa dan apa falsafahnya. Ada macam-macam karya seni," katanya.Dia mengaku sampai sekarang sangat mengagumi produk kerajinan daam negeri. Saat Yayasan Ratna Mutumanikam bersama Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional) menggelar pameran, dia menyampaikan dukungannya. Dalam kesempatan itu dia mengajak para pengrajin gerabah Kasongan untuk segera bangkit setelah gempa. Guna mengembalikan semangat pengrajin untuk berproduksi terutama diekspor ke luar negeri dia meminta Menteri Koperasi dan UKM maupun Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan untuk membantu permodalan dan alat produksi.Dia juga meminta meningkatkan kualitas hasil kerajinan, memenuhi perjanjian jual beli dengan pembeli terutama dari luar negeri. Demikian pula kalau sudah diuji kualitasnya hendaknya jangan sampai menurun. "Kalau sudah sanggup 6 bulan masuk pasar luar negeri, tolong dipenuhi dan kalau sudah sanggup sekian ribu atau sekian ratus, tolong dipenuhi," demikian SBY. (bgs/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads