Soal Nuklir Israel, Iran & Arab Desak PBB Ambil Tindakan

Soal Nuklir Israel, Iran & Arab Desak PBB Ambil Tindakan

- detikNews
Kamis, 14 Des 2006 13:08 WIB
Teheran - Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert secara tidak sengaja mengakui bahwa Israel memiliki senjata nuklir. Padahal selama beberapa dekade, negeri Yahudi itu menganut kebijakan ambiguitas, yakni terus menolak untuk mengakui atau menyangkal soal kepemilikan senjata nuklir.Pernyataan Olmert langsung memicu reaksi keras dari negara-negara seteru seperti Iran dan Arab. Pemerintah Iran menuntut PBB untuk bertindak menanggapi pengakuan Olmert tersebut."Pengakuan ini menunjukkan ancaman nyata bagi keamanan dan stabilitas di Timur Tengah. Serta memperlihatkan rencana jahat rezim ini untuk melancarkan ancaman, strategi teror dan okupasi terus-menerus," cetus juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Mohammed Ali Hosseini."Sangat perlu untuk mengadopsi solusi cepat dan efisien pada Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Konferensi Islam, serta organisasi regional lainnya untuk memerangi ancaman nyata ini," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/12/2006).Liga Arab juga menyerukan komunitas internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk menekan Israel agar terbuka mengenai fasilitas nuklirnya. "Israel harus mematuhi resolusi internasional," kata Mohammed Sobeih, Wakil Sekjen Liga Arab untuk urusan Palestina."Semua orang tahu Israel memiliki senjata pemusnah massal yang bisa menjangkau sejauh hingga 2.000 kilometer, dan semua ibukota Arab berada dalam jangkauan ini," cetus Sobeih.Dewan Kerjasama Teluk (GCC), organisasi yang beranggotakan Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mendesak dijatuhkannya sanksi kepada Israel. Sekjen GCC Abderrahman al-Attiya menyerukan pemerintah AS untuk tidak menerapkan kebijakan "standar ganda" mengenai nuklir Israel. (ita/sss)


Berita Terkait