SBY Cari Ilmu ke Pak Timboel
Kamis, 14 Des 2006 11:01 WIB
Yogyakarta - Kegiatan Presiden SBY dan istri pada Kamis (14/12/2006) adalah mengunjungi pusat industri gerabah di Kasongan, Bantul. SBY mendapat tambahan ilmu dari Pak Timboel dan Mbok Giyem.Pak Timboel adalah pemilik showroom dan tempat produksi keramik di Dusun Kajen, Kasongan, Desa Bangunjiwo, Kasihan, Bantul,DI Yogyakarta. Di tempat ini pulalah SBY menggelar dialog dengan pengrajin dan warga, terutama yang tertimpa musibah gempa pada pukul 09.20 WIB.Usai dialog, SBY meninjau proses produksi keramik. Dia mendapat penjelasan dari Pak Timboel, mulai dari proses pencetakan, pembuatan, pembakaran, finishing, dan pengepakan. Dosen ISI jurusan kriya keramik itu dengan lihai menjelaskan tetek bengek perkeramikan. Sejumlah pertanyaan dilontarkan SBY yang dijawab Pak Timboel dengan cespleng.SBY juga mengajak ngobrol seorang pengrajin bernama Mbok Giyem. SBY bertanya padanya mengenai kesukaran membuat pot besar dengan diputar. "Kalau membuat, apakah antara hati dan tangan harus menyatu?" tanya SBY.Mbok Giyem langsung mengangguk. Pak Timboel yang berkemeja batik langsung menimpali. "Untuk membuat seperti itu, ibarat seorang anak kecil berlatih mengendarai sepeda. Kalau belum bisa menggenjot, maka tidak akan bisa. Dalam waktu 3-4 bulan, seorang pengrajin belum tentu akan mahir kalau belum bisa memutar alat putar tersebut," begitu penjelasan Pak Timboel. Seusai mendapat "kuliah" tentang keramik, SBY melihat-lihat hasil produksi keramik yang diekspor ke ke Spanyol, Cina, Australia, dsb. Keramik itu ada patung kuda, pot-pot besar, dan patung Cina kecil-kecil.Kehadiran SBY mendapat perhatian warga sekitar. Ratusan orang berkerumun di showroom Pak Timboel untuk menyaksikan Presiden SBY. Pada gempa 27 Mei lalu, pusat kerajinan gerabah ini juga menjadi korban.
(nrl/sss)











































