Tempat Ibadah Untuk Atasi Kemiskinan
Rabu, 13 Des 2006 21:38 WIB
Jakarta - Masjid, gereja, dan tempat ibadah lainnya merupakan media paling efektif untukmengalang massa. Karena itu, tempat ibadah dinilai bisa memainkan peranan penting untuk mengatasi masalah kemiskinan.Untuk memanfaatkan peran itu, Kementerian Pemberdayaan Desa Tertinggal (PDT) bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menandatangani MOU pengentasan kemiskinan.MoU ini ditandatangani oleh Menteri PDT Saifullah Yusuf dan Direktur Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Masdar Mas'udi di sebuah restoran di Jl Gatot Soebroto, Jakarta, rabu, (13/12/2006).Menurut Saifullah, revitalisasi fungsi lembaga keagamaan lokal (LKL) sebagai modal sosial untuk pengentasan kemiskinan perlu dilakukan, mengingat belum ada lembaga yang cukup efektif untuk mengurangi kemiskinan."LKL seperti masjid dan gereja sangat efektif dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Ini sangat cocok ntuk pengembangan program pengentasan kemiskinan," kata Saifullah.Saat ini kementerian PDT telah menjalankan program pengentasan kemiskinan denganpemberdayaan LKL di 4 Kabupaten, yaitu Pandeglang, Lebak, Sukabumi, dan Garut.Pemberdayaan yang dilakukan adalah memberikan dana dan melatih 14 masjid dan duagereja agar bisa memberikan pelatihan dan pemberdayaan pada warga miskin di sekitar lingkungannya.Hal senada diungkapkan Masdar. Dia menilai pemanfaatan masjid dan gereja yang hanya untuk tempat peribadatan akan menjadi kurang efektif. Karena itu LKL harus dikembangkan dengan fungsi sosialnya."Diharapkan dengan kerjasama ini akan mengoptimalkan peran tempat-tempat beribadah, tidak hanya untuk fungsi ibadah, tapi juga fungsi sosial," imbuhnya.
(yid/nvt)











































