Pertemuan Internasional BAQ 2006 di Hyatt Yogya Didemo

Pertemuan Internasional BAQ 2006 di Hyatt Yogya Didemo

- detikNews
Rabu, 13 Des 2006 19:01 WIB
Yogyakarta - Puluhan orang dari Koalisi Rakyat Anti Hutang (KRAH) mendemo pertemuan internasional yang digelar di Hotel Hyatt Yogyakarta. Sebab pertemuan yang dihadiri 35 negara dengan 400-an peserta itu bertujuan agar pemerintah Indonesia mendapat pinjaman utang luar negeri lagi.Massa KRAH gagal masuk ke lokasi acara workshop Better Air Quality (BAQ), karena ratusan aparat Polres Sleman dan Polda DIY menjaga ketat dua pintu gerbang hotel. Massa berusaha menerobos penjagaan sehingga terjadi aksi saling dorong.Karena gagal masuk, massa akhirnya berorasi depan penjagaan aparat yang ketat. Hingga aksi bubar, penyelanggara workshop maupun Menneg Lingkungan Hidup, Rahmat Witoelar tiak bersedia menemui pendemo.Koordinator KRAH, Nanang Ismuhartoyo mengatakan program BAQ di Indonesia diindikasikan akan memperberat utang luar negeri. Sebab, acara yang dikoordinir oleh Bappenas itu mendapat sponsor langsung dari World Bank dan Asian Development Bank (ADB).Dikatakan dia, acara BAQ tersebut menggunakan dana pinjaman investasi sebesar US$ 219,2 juta dan dana pinjaman program sebesar US$ 1,4 juta. Dengan demikian, maka utang luar negeri Indonesia akan membengkak, dan Indonesia tidak akan mandiri karena akan didikte oleh negara donatur pemberi utang."Awalnya kami juga diajak ikut serta dalam acara ini. Namun, beberapa aktivis dari Walhi yang juga diundang ternyata menolak. Sebab program BAQ melibatkan pula World Bank dan ADB yang ujung-ujungnya adalah menambah utang negara, maka kami tolak," kata Nanang.Kegiatan BAQ merupakan rangkaian agenda nasional untuk perbaikan kualitas udara di perkotaan. Kegiatan itu dikoordinasikan oleh Bappenas dan disponsori ADB. Untuk tahap awal, 5 kota di Indonesia bakal dijadikan pilot project yaitu Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung.Menneg LH Rachmat Witoelar saat membuka workshop BAQ mengatakan, pencemaran lingkungan, termasuk polusi udara, dari hari ke hari terus meningkat. Pemerintah Indonesia hingga saat ini terus berusaha memperbaiki kualitas udara lewat berbagai cara, salah satunya dengan pengurangan emisi dari kendaraan bermotor. (bgs/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads