SBY Minta Pemilu Legislatif 2009 Tanpa Nomor Urut Calon
Rabu, 13 Des 2006 16:56 WIB
Jakarta - Presiden SBY mengusulkan pemilu legislatif 2009 berubah menjadi sistem proporsional terbuka tanpa nomor urut. Usulan itu untuk menghindari money politics dan membuat kriteria calon menjadi lebih jelas.Demikian disampaikan juru bicara kepresidenen Andi Mallarangeng usai menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Memperkuat Sistem Pemerintahan Presidensiil di Hotel Acacia, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2006)."Presiden akan mengusulkan sistem pemilu proporsional tanpa nomor urut. Dengan demikian nantinya, walaupun kita tetap memilih gambar dan memilih orang, tetapi siapa yang terpilih ke DPR berdasarkan suara terbanyak. Siapa yang terbanyak itu yang akan masuk ke parlemen," ujar Andi.Usulan tersebut, menurut pria berkumis ini, akan berdampak positif bagi rekrutmen calon anggota DPR. Calon anggota legislatif pun akan bekerja keras untuk mendapatkan suara bagi partainya."Itu baik untuk partai baik pula untuk rakyat. Karena jelas-jelas rakyat mendapatkan siapa yang dipilihnya," cetus dia.Dikatakannya, usulan tersebut akan disampaikan ke parlemen melalui Mendagri M Ma'ruf.Sementara itu dalam kesempatan yang sama, pengamat hukum politik Denny Indrayana menyambut baik wacana ini. Menurut dia, hal ini akan lebih memperjelas mandat konstituen terhadap wakilnya. "Bagus itu. Memberi mandat yang lebih tegas kepada yang terpilih. Dapat meminimalisir money politics dalam membeli nomor urut," tuturnya.Saat disinggung apakah persoalan itu tidak akan membuat kualitas parlemen menurun karena mengandalkan popularitas, Denny mengaku hal itu bisa ditolerir sebagai konsekuensi dari demokrasi langsung."Siap-tidak siap masyarakat sudah bisa berpikir. Yang pasti ini tidak menipu," pungkasnya.
(fjr/nrl)











































