Kebocoran PAM Masih Tinggi, YLKI Tolak Tarif Naik
Rabu, 13 Des 2006 15:36 WIB
Jakarta - Kebocoran yang masih tinggi membuat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menolak mentah-mentah rencana kenaikan tarif air PAM. "Lha wong bocornya tidak berhenti dan target penurunan kebocoran tidak tercapai, kok minta naik tarif," cetus Ketua Umum YLKI Indah Suksmaningsih usai pertemuan Forum Komunikasi Pelanggan Air Minum dengan Badan Regulator Pelayanan Air Minum (PAM) Jaya di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu (13/12/2006).Di tempat yang sama, Kepala Badan Regulator PAM Jaya Achmad Lanti menyebutkan angka kebocoran air masih tinggi. "Tahun ini target penurunan kebocoran untuk TPJ (Thames PAM Jaya, rekanan PAM Jaya-red) sebesar 40 persen, namun yang baru terealisasi sekitar 50 persen," ungkap Lanti.Sementara mitra PAM Jaya lainnya, Palyja, berhasil merealisasikan angka kebocoran hingga 44 persen. Angka ini tetap di bawah target sebesar 37 persen. Volume kebocoran per tahun mencapai 120 juta meter kubik. "Sehingga kerugian diperkirakan Rp 120 miliar per tahun," ujar Lanti mengalikan per meter kubik air dengan Rp 1.000.
(aba/nrl)











































