Irwandi Menang, GAM Harus Bubar
Rabu, 13 Des 2006 14:00 WIB
Jakarta - Menyusul hampir pastinya Irwandi Yusuf - M Nazar terpilih sebagai pasangan kepala daerah NAD, sudah seharusnya GAM membubarkan diri sebagai organisasi sebagai wujud komitmennya terhadap NKRI. "Kita menjaga keseimbangan antara kemenangannya dengan komitmen terhadap negara kesatuan. Apalagi dia hidup di negara NKRI yang tunduk pada UUD 45. Kalau GAM tidak dibubarkan, komitmen dia agak diragukan," kata Gubernur Lemhannas Muladi, Rabu (13/12/2006). Hal tersebut ia sampaikan pada wartawan yang mencegatnya usai acara pembekalan peserta kurses reguler angkata XXXVIV Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta. Menurut Muladi, ia tidak meragukan komitemen Irwandi yang mantan anggota GAM terhadap NKRI. Bahkan sangat siap mendukung kepemimpinannya sebagai Gubernur NAD yang terpilih secara demokratis itu kelak. Tapi dari nama yang disandang, maka keberadaan organisasi yang cantumkan kata "merdeka" seolah masih mengesankan semangat separatisme yang tidak sesusai dengan konsep negara kesatuan. Karenanya harus diganti atau dibubarkan, meski itu bukan bagian dari kesepakatan Halsinki. "Mungkin sebagai kenang-kenangan, bolehlah. Perkumpulan eks GAM. Tapi jangan pakai nama itu lagi. Gerakan Aceh Merdeka, tidak ada ceritanya lagi di Indonesia," ujar pakar hukum tata negara ini.
(lh/nrl)











































