TNI AL Pindah Tempat Mangkal
Rabu, 13 Des 2006 13:39 WIB
Jakarta - TNI AL akan merombak titik koordinat pangkalannya. Kebijakan tersebut terkait pembagian luas area Indonesia, barat, tengah dan timur.Rencananya pemindahan pangkalan akan dititikberatkan pada pulau-pulau terluar."Agar kita bisa mengawasi dan mempertahankan laut kita dari tetangga-tetangga kita yang nakal," kata KSAL Laksamana TNI Slamet Soebijanto dalam seminar pendirian pengawal laut dan pantai RI di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (13/12/2006).Markas besar TNI AL nantinya akan ditetapkan di Surabaya. Sedangkan di wilayah barat akan dipusatkan di Tanjung Pinang, wilayah timur dipusatkan di Sorong, Papua, dan wilayah tengah di Makassar.Selain memindahkan pangkalan, untuk keamanan laut, AL juga akan terus menambah kapal-kapal yang beroperasi.Saat ini, menurut KSAL, Indonesia hanya memiliki 114 unit kapal, dan yang beroperasi di laut hanya 50 unit. Padahal normalnya untuk wilayah seluas Indonesia memerlukan 274 unit kapal."Dana kita memang terbatas, tapi secara bertahap kita akan mengatasi itu," kata dia.Sementara itu mengenai pembentukan pengawal laut dan pantai Indonesia, Slamet mengatakan, konsepnya kini sedang dibahas. Badan itu nantinya akan langsung berada di bawah presiden dan bersifat mandiri.Rencananya, badan ini akan menjadi back up untuk TNI AL. "Nanti jika terjadi sesuatu kita akan saling berkoordinasi dan membantu," ujarnya.
(umi/sss)











































