Pembangunan Kantong Lahar Merapi Terkendala Jalan Evakuasi
Rabu, 13 Des 2006 13:11 WIB
Klaten - Proyek pembangunan kanton lahar Merapi di Kali Woro, Klaten, terkendala tidak adanya jalan untuk evakuasi pekerja jika sewaktu-waktu terjadi banjir lahar mendadak. Karena itu saat ini proyek swadaya itu lebih dulu membuat jalan tembus.Seperti diberitakan sebelumnya, sebagai bagian penyelamatan pemukiman warga dan areal hutan lereng Merapi, Kali Woro yang selama ini menjadi tempat aliran luapan lahar Merapi ke sisi tenggara akan dikeruk dan dibangun tanggul.Pengerukan badan sungai itu dilakukan atas kerjasama Pemkab Klaten, Perum Perhutani dan warga sekitar melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten. Pelaksananya adalah warga setempat yang dibayar dengan sebagian material pasir dan batu yang dikeruk. Pengerukan badan sungai Kali Woro tersebut semula akan dimulai Sabtu (9/11) lalu. Namun sebelum proyek itu dimulai, para pekerja di lapangan menghendaki dibuatkan jalan pintas bagi mereka untuk menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu terjadi banjir lahar mendadak dari puncak Merapi."Jalan tembus itu untuk menyelamatkan diri dengan cepat jika sewaktu-waktu lahar turun tak terduga, mengingat saat ini sedang musim hujan. Pembuatan jalan itu mutlak bagi kami karena menyangkut keselalatan saat bekerja," ujar Ketua Lembaga Masyakat Desa Hutan (LMDH) Sidorejo, Barji, kepada wartawan di lokasi pengerukan, Rabu (13/12/2006).Selain itu, lanjut Barji, jalan tersebut juga akan dijadikan jalur untuk lewat alat berat dan angkutan material yang dikeruk dari badan sungai. Karena sesuai perjanjian warga desa setempat bekerja tanpa diupah uang, namun diupah dengan sebagian material pasir dan batu yang dikeruk.Atas permintaan warga, saat ini proyek dimulai dengan membuat jalan tembus terlebih dahulu. Jalan itu dibuat dari lokasi di atas kawasan desa wisata Deles menuju pinggiran Kali Woro. Panjang jalan tembus itu sekitar 700 meter."Diperkirakan pembuatan jalan itu akan memakan waktu sekitar satu bulan. Lamanya pembuatan itu karena harus melewati dan meratakan beberapa bukit yang cukup terjal sehingga lebih landai dan mudah untuk dilewati," lanjut Barji.
(mbr/nrl)











































