Gunung Putih di Klaten Retak
Rabu, 13 Des 2006 12:46 WIB
Klaten - Bukit di perbatasan Klaten dengan Gunungkidul mengalami retak cukup panjang dan lebar. Warga yang menghuni di bawah bukit minta direlokasi. Pemkab Klaten juga meresponsnya karena secara teoritis besar kemungkinan bukit tersebut akan ambrol di musim penghujan ini.Bukit yang mengalami keretakan itu oleh warga disebut sebagai Gunung Putih. Lokasi perbukitan panjang itu berada di perbatasan Kecamatan Cawas di Klaten dan Kecamatan Ngawen di Gunungkidul. Keretakan memanjang itu diduga akibat pergeseran tanah pasca gempa pertengahan tahun lalu.Semakin hari keretakan semakin memanjang. Hingga Rabu (13/12/2006) panjang retakan yang terlihat di permukaan telah mencapai 60 meter dan lebar mencapai 30 cm. Beberapa kali setelah turun hujan bahkan terjadi longsoran tanah dan batu dalam skala kecil sehingga warga khawatir keselamatannya.Banyak pemukiman di kaki bukit tersebut, karena bukit itu memanjang di 17 desa. Di daerah Klaten, paling rawan tertimpa langsung longsoran adalah pemukiman warga Desa Burikan di Kecamatan Cawas karena berada di lereng bukit. Pemukiman lainnya yang juga rawan terkena longsoran adalah di Desa Tancep di Kecamatan Ngawen, Gunungkidul.Di Burikan 240 rumah berada di posisi paling rawan terkena longsoran atau masuk ring satu. Sedangkan di kawasan ring 2, terdapat lebih dari seribu rumah warga yang bukan tidak mungkin juga akan terkena dampak jika terjadi longsoran besar.Ngadimin, Warga Burikan, mengaku rela pindah rumah karena khawatir sewaktu-waktu terjadi longsoran. Supartini, warga Burikan lainnya, mengaku senang jika Pemerintah bersedia melakukan relokasi bagi mereka, mengingat kondisi bukit yang semakin rawan."Sudah ada sosialisasi kepada kami bahwa kondisi bukit semakin mengkhawatirkan, rekahan semakin lebar. Jadi kalau memang akan direlokasi, kami bersedia saja karena cari selamat. Kami khawatir terjadi longsoran besar mengingat hujan deras semakin sering turun," kata Supartini saat ditemui hari ini.Siapkan Pengungsian dan RelokasiKepala Kesbanglinmas Kabupaten Klaten, Eko Medi Sukasto, mengatakan pihaknya saat ini sudah menyiapkan diri untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Menurutnya secara teoritis bukit tersebut memang akan ambrol."Meskipun tidak kam harapkan, namun secara teoritis bukit tersebut akan ambrol. Jika hujan turun terus-menerus dengan intensitas tinggi maka air meresap tanah akan beban tanah akan menjadi berat. Setelah terjadi penguapan maka akan longsor atau bahkan ambrol," ujarnya saat ditemu di ruang kerjanya.Karenanya saat ini pihaknya terus menerus melakukan sosialisasi kepada warga agar selalu waspada, terutama setiap terjadi hujan. Warga juga diminta ronda siang dan malam. Jika kondisi semakin memburuk maka lokasi yang telah dipersiapkan untuk menampung pengungsian adalah di lapangan Desa Burikan.Mengenai relokasi bagi pemukiman warga. Eko mengatakan langkah tersebut sudah dipikirkan oleh Pemkab Klaten karena jika memang bukit ambrol maka dipastikan relokasi itu akan dilakukan. Namun demikian saat ini yang lebih diprioritaskan adalah kewaspadaan warga agar jangan sampai jatuh korban.
(mbr/nrl)











































