Catatan Haji
1 Riyal Halal, Sabilillah Tuan
Rabu, 13 Des 2006 11:40 WIB
Makkah - Bukan cuma pedagang musiman yang memanfaatkan kedatangan jutaan jamaah haji ke Makkah. Ratusan pengemis pun tak mau ketinggalan mengais rezeki. "Satu Riyal halal, sabilillah," begitu kata mereka saat mengemis. Rupanya karena banyaknya jamaah haji Indonesia yang datang tiap tahun ke Makkah, membuat mereka familiar dengan bahasa Indonesia. Tapi anehnya, kalimat itu juga sering terdengar saat mereka mendekati jamaah haji yang bukan berasal dari Indonesia.Hampir semua pengemis di areal Masjidil Haram merupakan warga benua Afrika, seperti Nigeria. Tampang mereka khas, berkulit hitam legam dan memakai baju dan berkerudung hitam-hitam pula.Seperti pengemis di Indonesia, mereka juga punya trik khusus untuk memancing perasaan kasihan para jamaah haji. Mulai menenteng bayi, hingga memasang raut wajah yang memelas. Untuk pengemis cilik, biasanya mereka tiduran atau duduk di lantai halaman Masjidil Haram.Banyak di antara mereka yang terlihat lemas dan letih. Apalagi pada siang hari matahari kota Makkah sangat menyengat. Namun jangan salah sangka, begitu melihat askar (satpam) Masjidil Haram mendekat, mereka bisa lari dengan cepat. Biasanya mereka saling memberikan peringatan kepada sesama pengemis.Kasihan memang, melihat wanita-wanita itu berlari hiruk pikuk sambil menggendong bayi mungil yang tertidur lelap. Hitam kulitmu sehitam nasibmu...
(djo/nrl)











































