Duh! Baju Ihram pun untuk Menipu

Catatan Haji

Duh! Baju Ihram pun untuk Menipu

- detikNews
Rabu, 13 Des 2006 11:30 WIB
Makkah - Memang susah kalau orang sudah bermental bejat. Segala cara akan ditempuhnya untuk memperoleh keuntungan. Termasuk berpura-pura menjadi jamaah haji yang menjadi korban pencopetan. Astaghfirullah!Edannya lagi, mereka melakukan kejahatannya itu dengan menggunakan pakaian ihram, sebuah pakaian yang melambangkan kesucian dan kepasrahan umat Islam terhadap Allah SWT. Demikianlah yang dilakukan sejumlah orang yang mengaku datang dari India atau Pakistan.Kisah penipuan ini dialami detikcom bersama seorang teman dari sebuah harian daerah. Saat itu kami berdua tengah duduk-duduk menikmati senja hari, di pelataran Masjidil Haram, Makkah, Selasa (12/12/2006). Tiba-tiba, sepasang pria muda dan wanita separuh baya menghampiri kami dengan wajah yang sangat memelas.Si pria yang bertampang India dan mengenakan baju ihram itu bertanya, apakah kami bisa berbahasa Inggris. Kami berdua pun mengangguk. Si pria itu pun tersenyum senang, mulailah dia bercerita."Saudaraku, saya dan ibu saya baru saja kecurian. Kami datang dari Pakistan, saat ini kami tidak punya uang. Perut kami lapar. Saudaraku bisa kan kau membantu kami, bukankah sesama umat Islam kita bersaudara," ujar si pria. Sedangkan yang perempuan hanya menunduk atau tengak-tengok ke sana-sini.Bayangkan hati siapa yang tidak terenyuh melihat pemandangan ini? Teman tadi berbisik, "Benar nggak ya? Tapi daripada berprasangka buruk kasih sajalah.". Pria bertampang India itu tadinya meminta uang beberapa puluh riyal, namun saat diberi 10 riyal dia langsung ngeloyor pergi sambil tersenyum puas.Kami berdua pun senang karena bisa membantu jamaah haji lain. Bibir mereka yang tadinya cemberut, terlihat ceria. Apalagi ini di Tanah Suci, tentu pahalanya bakal berlipat-lipat, begitu pikir kami berdua setelah dua orang tersebut berlalu.Tapi belum juga habis perbincangan kami tentang nasib malang kedua orang tersebut, tiba-tiba datang pasangan lain yang juga bertampang India atau Pakistan. Tapi yang sekarang, si pria usianya sebaya dengan yang perempuan. Lucunya, perkataan maupun cerita mereka sama persis dengan pasangan sebelumnya. Keduanya juga membawa tas yang tampak habis disilet. Mereka pun memelas dengan mengaku habis kecurian, padahal mereka datang dari jauh. Perut mereka sangat lapar. Kali ini si wanita yang juga hanya diam saja itu diaku sebagai istri.Pengakuan selebihnya sangat janggal. Mereka mengatakan datang ke Tanah Suci hanya berdua. Tidak ada teman maupun rombongan yang bisa dimintai pertolongan. Saat ditanya tinggal di mana, keduanya memberikan jawaban yang tidak jelas. Padahal kain ihramnya terlihat sangat bersih atau baru."Heemm kayaknya nggak bener nih. Gaya dan modusnya kok sama persis," bisik detikcom pada teman tersebut. Sang teman pun memiliki perasaan yang sama. Akhirnya dengan halus kami menolak permintaan pasangan tersebut. Mereka pun berlalu sambil ngomel tidak karuan. "Sesama umat muslim itu bersaudara. Anda berdua ini saudara macam apa," kata pria tersebut dalam bahasa Inggris sambil berjalan. Sesekali dia menengok ke arah kami berdua. Kini giliran kami berdua yang tersenyum sambil melambaikan tangan kepada keduanya.Usut punya usut, praktek penipuan semacam itu memang sering terjadi setiap musim haji. Menurut Abdul Adjis, seorang tenaga musiman (Temus), banyak cara yang digunakan para pelaku untuk menarik iba para jamaah haji. Dan jamaah haji Indonesia memang kerap menjadi sasaran karena dikenal mudah menaruh rasa iba.Penjelasan Adjis ini membuat kami berdua hanya bisa geleng-geleng kepala. Tidak lama kemudian terdengar azan Magrib, kami pun segera masuk ke Masjidil Haram untuk memenuhi panggilan salat tersebut. Selepas salat Magrib kami sempatkan diri untuk kembali melakukan tawaf, jalan mengelilingi Ka'bah. Di salah satu sudutnya kami memanjaatkan doa, "Ya Allah selamatkanlah kami baik di dunia maupun di akhirat......." (djo/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads