Uni Eropa Nilai Pilkada Aceh Berjalan Demokratis
Rabu, 13 Des 2006 01:52 WIB
Aceh - Pemantau Uni Eropa dalam Pilkada di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menilai pelaksaan Pilkada berjalan dengan demokratis. Meski demikian masih ada temuan kasus-kasus intimidasi terhadap para pemilih di sejumlah tempat. Hasil itu disimpulkan berdasarkan laporan para pemantau Uni Eropa yang disebar ke 310 TPS di seluruh daerah yang menggelar Pilkada. "Dari beberapa TPS yang saya kunjungi, ada laporan intimidasi dilakukan baik di dalam TPS maupun di luar TPS," terang Pimpinan Misi Pemantau Uni Eropa, Glyn Ford dalam jumpa pers di Swiss-bel Hotel, Aceh, Selasa (12/12/2006). Dari kunjungan itu disebutkannya, dapat diambil kesimpulan bahwa pemilih yang datang ke TPS tanpa paksaan. Karena itu sangat disesalkannya banyak sekali pemilih yang tidak terdaftar. Karena di beberapa TPS yang dikunjunginya, banyak warga datang ke TPS tapi tidak bisa memilih karena tidak terdaftar sebagai pemilih. "Karena itu kami meminta, jika nantinya akan ada putaran kedua, agar KIP melakukan penambahan dalam daftar pemilih," katanya. Selain itu, mereka juga melihat kecenderungan media khsususnya radio dan televisi yang terlihat berpihak kepada salah satu kandidat. Ditambahkannya, para kandidat yang kelak terpilih harus tetap menjaga proses perdamaian yang tengah berlangsung sesuai dengan amanat MoU Helsinki. Sementara itu, dalam jajak pendapat yang dilakukan Jurdil Aceh, responden berharap para kandidat yang terpilih harus melanjutkan dan mendukung upaya perdamaian di Aceh.
(ray/ahm)











































