Dituding Buang Limbah Beracun ke Laut, PT Kondur Bantah

Dituding Buang Limbah Beracun ke Laut, PT Kondur Bantah

- detikNews
Selasa, 12 Des 2006 18:25 WIB
Pekanbaru - PT Kondur Petrolium di Kabupaten Bengkalis, Riau diduga membuang limbah beracun ke tengah laut. Namun perusahaan migas milik Bakrie Group ini membantahnya.Dugaan tersebut disampaikan aktivitis lingkungan Independen, Ganda Mora kepada detikcom, Selasa (12/12/2006) di Pekanbaru.Disebutkan dia, limbah tersebut merupakan sisa dari pengolahan minyak mentah PT Kondur. Pengelolaan limbah PT Kondur khususnya di wilayah Kurau, Merbau, Bengkalis. Pemerintah pun diminta untuk mengaudit pengelolaan lingkungan atas PT Kondur."Pembuangan limbah cair yang beracun itu kini telah mengancam ekosistem kelautan di Bengkalis. Dari investigasi yang kita lakukan dalam dua bulan terakhir ini, ikan-ikan di sekitar lokasi pengumpulan minyak PT Kondur banyak yang mati," kata Ganda.Hasil kesimpulan bahwa limbah yang dibuang merupakan limbah cair beracun, merupakan hasil laboratorium Dinas Kimpraswil Provinsi Riau. Disebutkan Ganda, pada Juli 2006, pihaknya membawa sampel air alur di areal kerja PT Kondur ke pihak Kimpraswil Riau."Hasil laboratorium diketahui bahwa air laut di sekitar pengelolaan migas PT Kondur telah tercemar limbah beracun. Ini sangat berbahaya untuk kelsestarian lingkungan," kata Ganda.Selain soal pengelolaan limbah, persoalan pipanisasi produksi tanpa remidiasi tengah mengancam keselamatan penduduk di sekitar kawasan penambangan. Pipa-pipa saluran minyak perusahaan Bakrie ini juga banyak yang bocor di dasar laut."Kebocoran pipa tersebut mengakibatkan pipa mengeluarkan minyak mentah di laut. Semua hasil investigasi ini sudah kita kirimkan ke Menteri LH, Sejumlah LSM dan sejumlah pihak terkait lainnya," ujar Ganda.Disebutkan dia, warga di sekitar juga kurang diperhatikan kesejahteraannya. Perekonomian masyarakat tidak terbantu oleh keberadaan perusahaan yang sudah puluhan tahun beroperasi di Bengkalis ini."Nyaris tidak ada manfaatnya secara langsung terhadap warga sekitar. Prsoalan kesejahteraan dan pendidikan, nyaris sama dengan kawasan miskin lainnya di Riau. Padahal sepanjang 20 tahun, eksplorasi dan eksploitasi terus dilakukan," pungkas Ganda.BantahSementara Humas PT Kondur, Dahrul Hidayat yang dikonfirmasi detikcom melalui telepon membantah tudingan tersebut."Tudingan itu tidak benar sama sekali. Kalau seperti itu, Kondur pasti sudah ditutup BP Migas atau Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda)," katanya. (cha/sss)


Berita Terkait