Soros Nilai Hamas Hambat Perdamaian Palestina-Israel
Selasa, 12 Des 2006 18:04 WIB
Jakarta - Meski mendukung terwujudnya perdamaian Palestina-Israel, miliarder yang juga pendiri Open Society Institute, George Soros, menilai Hamas sebagai penghambat perdamaian itu."Hamas tidak benar-benar bersedia bergabung dengan pemerintahan bersatu (Fatah-Hamas)," ujar Soros dalam jumpa pers di kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, Selasa (12/12/2006).Menurut Soros, hal ini menyulitkan pemerintahan PM Ismail Haniyeh untuk maju dalam proses perdamaian. Padahal, lanjut Soros, Israel sudah mau membuka diri."Ada perubahan sikap dari pemerintahan PM Ehud Olmert," imbuhnya.Pria yang pernah mengguncang perekonomian Asia tahun 1997 ini menyatakan, hanya solusi politik yang bisa mengakhiri konflik Palestina-Israel. Langkah militer, menurut dia, sudah tidak cocok untuk diterapkan.
(fjr/nrl)











































