Korban Lumpur Batal Duduki Lapindo
Selasa, 12 Des 2006 17:49 WIB
Sidoarjo - Sekitar 200 warga RT 7 dan 8 RW 3 Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin menggeruduk Kantor Lapindo Brantas Inc di kawasan Gedangan Sidoarjo, Selasa (12/12/2006).Kedatangan warga yang menumpang truk dan membawa serta kasur serta perabotan rumah tangga ini untuk mendesak kejelasan pembayaran uang kompensasi kontrak rumah.Warga tersebut juga mengancam akan mengungsi di halaman kantor Lapindo dengan alasan lokasi pengungsian di Pasar Baru Porong sudah penuh sesak serta dianggap sudah tidak layak huni untuk pengungsi yang baru.""Kami bersama 113 KK warga RT 7 ini sudah bertekad akan tidur di sini sampai Lapindo memberikan jawaban yang terbaik kepada kami," tegas Ketua RT 7 RW 3 Desa Kedungbendo, Achmad Imron.Menurut Imron, sejak dua hari terakhir ini rumah milik warga desa RT 7 dan 8 telah terendam air lumpur. Bahkan hari ini air lumpur sudah semakin tinggi dan meluas ke Perumahan TAS III."Kami ke sini hanya minta kepastian akan pemberian uang kompensasi seperti warga-warga lain yang sebelumnya sudah terendam terlebih dahulu. Sekali lagi ini bukan demo," terangnya.Warga pun sempat diterima Lapindo. Dalam pertemuan tertutup antara LBI dan perwakilan warga RT 7 dan 8, External Relations Lapindo, Budi Susanto mengatakan, pihaknya menerima semua keluhan dan keinginan warga akan permintaan uang kontrak, namun semua itu ada proses dan administrasi yang harus dipenuhi dan tidak bisa langsung hari ini juga."Jika warga menginginkan tidur di sini, saya mengatakan bahwa fasilitas yang dimiliki oleh Kantor Lapindo sangat tidak mungkin untuk tempat tinggal warga Kedungbendo. Sangat tidak manusiawi kalau saya harus menidurkan warga di sini, apalagi warga datang ke sini lengkap dengan keluarga, anak-anak dan barang rumah tangga. Balai Pengembangan Siskessos ini dikelola oleh Dinsos dan itupun saat ini sudah penuh," katanya.Tentang tempat pengungsian, Budi mengatakan, selama ini tempat pengungsian sementara tetap ditempatkan di Pasar Baru Porong dan tidak ada lagi. Sedangkan Balai Pengembangan Siskessos Jatim itu merupakan tempat milik Dinsos dan itu sudah penuh, sehingga tidak mungkin untuk ditambah lagi.Budi berharap, warga agar segera pindah ke pengungsian PBP yang lebih layak untuk mengungsi. Memang di PBP sudah penuh, namun masih ada dua alternatif yang dapat dipilih oleh warga yaitu di los atau di tenda yang saat ini sedang di pasang."Silakan ke sana, dan jangan lupa segera melaporkan kepada petugas Satlak PBP agar di data untuk segera mendapatkan uang kontrak yang kira-kira dalam minggu-minggu ini akan selesai," imbaunya.Usai pertemuan itu, warga batal menginap di Kantor Lapindo. Dan mereka pun bersedia ke Pasar Baru Porong dengan fasilitas yang ada tersebut.Hingga Selasa (12/12/2006), warga Kedungbendo yang mengungsi di Pasar Baru Porong sudah mencapai 1.896 KK/6.207 jiwa sedangkan warga Desa Renokenongo di BPSI Dinsos Jatim 24 KK/90 jiwa. Sehingga jumlah total pengungsi pasca ledakan pipa gas yang menyebabkan lumpur meluap ke Perum TAS Kedungbendo dan Renokenongo sebesar 1.920 KK/6.297 jiwa.
(gik/nrl)











































