Kemenangan Irwandi-Nazar, Bukti Pilkada Aceh Demokratis
Selasa, 12 Des 2006 13:46 WIB
Jakarta -
Keunggulan sementara perolehan suara pasangan Irwandi Jusuf-M. Nazar dalam pilkada gubernur NAD sedikit banyak di luar dugaan pemerintah. Tapi di satu sisi itu bukti bahwa pilkada benar-benar berlangsung demokratis. "Poin paling penting, pilkada diikuti secara demokratis dan damai oleh seluruh rakyat Aceh," kata Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto usai diterima Presiden SBY di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2006). Bila nanti pasangan mantan anggota GAM dan aktivis SIRA itu keluar sebagai pemenang mutlak dan diangkat sebagai gubernur dan wagub NAD yang sah, Panglima menegaskan pemerintah tidak khawatir isu separatisme muncul kembali. Sebab tim kampanye pasangan itu tidak mengangkat isu tersebut masa kampanye pilkada yang mereka ikuti, meski tetap memakai logo GAM. Kenyataan ini menunjukkan, semua kandidat kepala daerah mempunyai kesamaan visi dan misi untuk bekerja keras membangun dan memajukan NAD dengan damai dan tetap dalam kerangka NKRI. Maka tidak menjadi masalah siapa yang nanti dinyatakan sebagai pemenang yang sah dan diangkat sebagai gubernur. "Nggaklah..itu dikawal bersama. Tidak menjadi soal itu eks GAM atau siapa pun, dia adalah rakyat Aceh yang mempunyai tujuan untuk membangun Aceh dalam keadaan damai," tandas Panglima. Pemerintah sudah sangat bersyukur pelaksanaan seluruh tahapan Pilkada NAD yang merupakan salah satu butir kesepakan Helsinki itu berjalan demokratis, aman, lancar, aman dan tertib. Semua pihak hendaknya ikut mempertahankan situasi damai ini seterusnya, tidak sebatas masa pilkada. "Pemerintah kan tugasnya menjalankan pilkada itu aman, tertib dan demokratis. Itu sudah tercapai. Mari kita kawal proses paska damai di Aceh, pasca MoU di Aceh sebaik-baiknya," ujar Panglima.
(lh/nrl)










































