Kematian Calhaj Sudah Diberitahukan ke Bupati Magelang
Selasa, 12 Des 2006 11:30 WIB
Solo - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adi Sumarmo, Boyolali, secara resmi telah mengirim surat kepada Bupati Magelang tentang kecelakaan di Tanah Suci yang menewaskan salah satu jamaah asal Magelang. Humas PPIH di Embarkasi Donohudan, Achmad Su'aedy mengatakan pihaknya melayangkan surat tersebut tadi malam setelah mendapat surat resmi dari Konsulat Haji Indonesia di Arab Saudi. Pengiriman surat dimaksudkan agar Pemkab Magelang memberitahukannya kepada keluarga korban. Dia lalu memaparkan pihak PPIH di Donohudan justru mengetahui kepastian adanya kecelakaan itu dari pemberitaan di detikcom. Senin siang kemarin, ada temannya yang memberitahu tentang terjadinya kecelakaan bus yang ditumpangi jamaah haji asal Magelang di tanah suci. "Kami cek ke empat rekan kami yang sedang bertugas mendampingi calon jamaah haji, mereka malah belum mengetahuinya. Begitu kami membuka detikcom, ternyata kabar itu benar," ujarnya, Selasa (12/12/2006). Namun sesuai prosedur, lanjutnya, pihak PPIH baru bisa menindaklanjutinya setelah menerima surat resmi dari Konsulat Haji Indonesia di Arab Saudi. Salah satu yang dilakukan adalah memberitahu keluarga korban di Dukuh Bagongan, Sukorejo, Mertoyudan, Magelang, melalui surat ke Bupati Magelang. Seperti diberitakan kemarin, sebuah bus yang membawa 45 calon haji asal Magelang (Kloter 12 Solo), Senin kemarin mengalami kecelakaan dalam perjalanan dari Madinah ke Makkah. Musibah tersebut menewaskan ketua rombongan, Muhari. 44 Calhaj lainnya harus dirawat di rumah sakit. Lebih lanjut Su'aedy mengatakan hingga saat ini korban luka masih dirawat di RS Hera dan RS Zahir di Makkah. "Seluruh biaya ditangung Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Sedangkan jenazah Almarhum Pak Muhari, kemungkinan besar akan dimakamkan di makam Ma'la," ujarnya.
(mbr/nrl)











































