Menhan: Ekonomi & Kultur Picu Bentrok TNI-Polri
Selasa, 12 Des 2006 10:41 WIB
Jakarta - Agar tidak menjadi 'langganan', TNI dan Polri harus menyelaraskan kerjasama antartugas pertahanan dan keamanan.Menhan Juwono Sudarsono mengatakan, bentrokan TNI-Polri di Atambua dipicu oleh masalah ekonomi dan kultural."Masalahnya struktural, ekonomi, karena TNI maupun Polri, terutama pada anggota prajurit pangkat rendah memang masih belum tercukupi hak dasarnya, ekonominya," kata Menhan.Hal ini disampaikan dia usai membuka Rapat Koordinasi Pembinaan PNS di Departemen Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2006).Kedua, lebih pada masalah kultural. "Kita harus membangun kultur kebersamaan, kerjasama yang selaras antara TNI-Polri, sehingga kasus individual yang terjadi hampir setiap tahun tidak terjadi lagi," ujarnya.Menhan membantah bentrokan dikarenakan masalah rebutan lahan. "Oh tidak. Ini cuma masalah kultur hubungan kerja di mana ada titik temu TNI-Polri. Karena itu komandan, pemimpin, harus memperhatikan tindak tanduk anggotanya," imbau Menhan.Menurut dia, Kapolri dan Panglima tengah menyelaraskan antartugas pertahanan dan keamanan, serta kerjasama yang baik.
(aan/sss)











































