Anggota TNI Tewas di Papua, Kelompok Goliat Diburu

Anggota TNI Tewas di Papua, Kelompok Goliat Diburu

- detikNews
Selasa, 12 Des 2006 07:23 WIB
Jakarta - Aparat TNI masih melakukan pengejaran terhadap kelompok gerakan separatis bersenjata Papua (GSBP) pimpinan Goliat Tabuni. Kelompok ini yang diduga telah menembak mati anggota TNI tiga hari lalu."Saat ini aparat keamanan sedang mengejar kelompok separatis tersebut," jelas Kepala Dinas Penerangan Umum Puspen TNI, Kolonel CAJ Ahmad Yani Basuki dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (12/12/2006).Menurut Yani, meski gerakan separatis bersenjata atau yang lebih dikenal Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih ada, namun TNI berupaya mengajak mereka kembali kepangkuan NKRI untuk membangun Papua. "Sebagian mereka banyak yang sadar dan kembali ke NKRI, tapi sebagian mereka masih ada yang keras dan militan sehingga peristiwa seperti kemarin terjadi," katanya.Untuk diketahui, anggota TNI AD dari satuan khusus yang ditugaskan di Distrik Mulia, yaitu Sertu Joko Susanto bersama seorang mantan anggota Koramil 1705-05/Mulia, Serma (Purn) Tobias Sirken ditemukan meninggal dunia di pegunungan Muliambut, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jayapura, Sabtu (9/12/2006) pagi. Mereka diduga ditembak GSBP dengan senjata SP-11 dam M16-A1.Menurut Yani, awal kejadian bermula adanya pertemuan antara kedua korban dengan GSBP pimpinan Goliat Tabuni. Joko Susanto berupaya mengajak kelompok itu untuk kembali kepangkuan NKRI dengan mencoba menjalin komunikasi. Jumat 8 Desember 2006 pukul 07.00 WIT, Joko dan Tobias, Edy dan Heli Tabuni (masyarakat) menemui Goliat Tabuni. Namun satu jam kemudian, tepatnya pukul 08.00 WIT hingga 08.30 WIT terdengar rentetan tembakan di pengunungan tersebut, juga pada pukul 11.58 WIT.Keesokan harinya, Sabtu pagi jenazah Joko danm Tobias ditemukan aparat keamanan dan masyarakat. Keduanya lalu dievakuasi, Joko sendiri langsung di bawa ke Jakarta.Bahkan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dan Danjen Kopassus Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary menjemput jenazah Joko sebelum dibawa ke Lampung untuk dimakamkan. (zal/zal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait