JPPR Temukan Sejumlah Pelangaran Pilkada Aceh

JPPR Temukan Sejumlah Pelangaran Pilkada Aceh

- detikNews
Senin, 11 Des 2006 22:31 WIB
Jakarta - Pilkada Aceh berlangsung lancar dan aman. Namun sejumlah persoalan muncul di berbagai tempat yang disebabkan persiapan administratif yang kurang memadai.Seperti yang ditemukan Jaringan Pendidikan pemiluh untuk rakyat (JPPR) di Gampong Ketapang, Kecamatan Nisam, Aceh Utara. TPS 6 dibubarkan masyarakat karena ketidakcukupan surat suara. Sejumlah pemilih setempat yang diundang ke TPS menemukan nama-nama mereka tidak tertera dalam daftar pemilih tetap (DPT) sehingga tidak diperbolehkan memilih."JPPR berharap temuan-temuan ini dapat ditindaklanjuti oleh Panwaslih secara serius, dan bila dirasa perlu, melakukan investigasi secara lebih mendalam," ujar Koordinator nasional JPPR Adung A Rochman, dalam rilis yang deiterima detikcom, Senin (11/12/2006).Dijelaskan Adung, KPPS sempat memfotokopi kertas suara. Tetapi jumlahnya tetap tidak mencukupi. Hal ini kemudian menimbulkan ketidakpuasan dari masyarakat yang meminta proses pemilihan agar tidak dilakukan sama sekali.Selain tidak masuk DPT, kacaunya pendataan ditemukan di sejumlah TPS lainnya. Misalnya, di salah satu TPS di Meunasah Kulang, seorang pemilih bernama Ayu terdaftar dua kali di TPS yang sama. Begitu pula di Kecamatan Sukaraja, Sabang, nama Suryati tercatat dua kali, satu ditulis sebagai Suryati, satunya lagi ditulis Suryatik. Ada juga warga yang mendapatkan undangan, namun tidak tercatat namanya di DPT. Ini terjadi diantaranya di Sabang, Aceh Besar, Aceh Utara dan Banda Aceh. Di luar masalah DPT, JPPR menemukan sejumlah bentuk lain pelanggaran lain.Di TPS 1, Gampong Pedesi, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, seorang anak berusia 15 tahun (dibawah usia pemilih) yang namanya tertera di DPT, diberikan kesempatan untuk memilih oleh KPPS." Meskipun demikian, secara umum, proses pemilihan di berbagai tempat berlangsung dengan cukup lancar dan aman. Begitu pula halnya dengan antusiasme pemilih, yang di pagi hari terlihat cukup tinggi," imbuh Adung.Dari pantauan JPPR, pada pukul 11.00 WIB, di banyak tempat jumlah pemilih yang telah menggunakan hak suaranya telah mencapai di atas 50 persen. "JPPR menyambut gembira tingginya antusiasme pemilih yang terlihat di berbagai TPS, ini mengindikasikan bahwa para pemilih juga merasa gembira mendapatkan kesempatan untuk memilih kandidat terbaik pilihan mereka," ungkap Adung.Agar masalah seperti ini tidak terulang, JPPR akan meminta pemerintah lebih serius lagi melakukan pendataan terhadap seluruh penduduk. "Selama ini pendataan dilakukan secara parsial tidak terintegrasi. Problemnya kita tidak punya data administrasi kependudukan yang baik," tandas Adung. (bal/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads