Panglima: Darah Muda Bukan Alasan Bentrok TNI-Polri

Panglima: Darah Muda Bukan Alasan Bentrok TNI-Polri

- detikNews
Senin, 11 Des 2006 19:17 WIB
Jakarta - Jika Kapolri Jenderal Pol Sutanto menganggap bentrok TNI-Polri di Atambua, NTT sebagai masalah anak muda, lain halnya dengan Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto.Bagi Djoko, gejolak jiwa muda dan semangat membela kesatuan, tidak bisa dijadikan pembenaran atas bentrokan bersenjata yang menelan 1 korban jiwa itu. Insiden tersebut merupakan tindakan indisipliner serius."Alasan bahwa itu jiwa anak muda yang mudah tersinggung, tidak tepat. Ini masalah disiplin. Masalah kontrol pada masyarakat. Aparat kan tidak boleh seperti itu," kata Djoko di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (11/12/2006).Menurut dia, setiap anggota TNI, tidak peduli berapa pun usianya, harus patuh pada apa yang disampaikan oleh atasannya. Sudah pasti komandan Batalyon 744 yang anggotanya terlibat bentrokan dengan anggota Polri yang mengumbar tembakan di pemukiman penduduk, tidak mengizinkan tindakan tersebut.Upaya pemeriksaan internal kini tengah berlangsung, baik di lingkungan TNI maupun Polri. Panglima memastikan, anak buahnya yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin serius itu akan dijatuhi sanksi keras."Setiap ada pelanggaran, tidak mungkin dibiarkan, yang salah diadili di pengadilan militer. Lebih penting lagi melakukan upaya agar peristiwa itu tidak terjadi lagi," tandasnya.Bentrokan personel TNI-Polri terjadi pada Minggu dinihari 10 Desember 2006 sekitar pukul 00.30 Wita. 1 Korban tewas merupakan personel TNI. (lh/sss)


Berita Terkait