Polisi Tewas Tertembak Polisi
Senin, 11 Des 2006 18:03 WIB
Lebak - Ini namanya jeruk makan jeruk. Seorang polisi, Brigadir Dua (Bripda) Daulat Limbong, tewas bersimbah darah. Tubuhnya tertembus peluru, bukan dari pistol penjahat, tapi dari temannya sesama polisi, Bripda Ir. Salah sasaran tembak ini dinilai sebagai ketidaksengajaan. Kejadian mengenaskan ini terjadi di Kabupaten Lebak, Banten. Kejadian naas terjadi saat dua polisi ini sedang mengamankan sebuah pesta pernikahan di Kabupaten Lebak. Senin (11/12/2006) pukul 01.00 WIB, saat pesta pernikahan ini berlangsung, tiba-tiba ada keributan. Saat itu, para polisi melerai perkelahian antarwarga itu. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba salah satu butir peluru pistol yang diduga milik Bripda Ir itu meletup. Dor! Peluru itu tidak mengenai para warga yang terlibat keributan, tapi malah mengenai tubuh Daulat Limbong (24). Daulat yang merupakan warga Kampung Rau Timur, Kota Serang bersimbah darah. Peluru menembus perut Daulat. Karena terlalu banyak mengeluarkan darah, nyawa Daulat tak bisa diselamatkan. Daulat tewas sebelum jenazahnya tiba di RSUD dr Adjidarmo Rangkasbitung, Lebak.Jenazah korban telah diserahkan secara resmi oleh Kapolres Lebak, AKBP Dwi Gunawan ke rumah duka siang hari. Kabag Bina Mitra Polres Lebak, Kompol Abidin, menegaskan, peristiwa ini merupakan musibah. "Tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa itu. Saat ini Propam Polda Banten tengah memintai keterangan Bripda Ir yang diduga pelaku peluru nyasar itu," ujar dia di ruang kerjanya.Sementara itu suasana duka nampak terlihat pada saat jenazah anggota Polsek Muncang ini disemayamkan di rumah duka. "Semuanya kita serahkan kepada Polres Lebak dan Polda Banten untuk menyelidiki kasus ini," ujar T Limbong, salah seorang paman korban di rumah duka.
(asy/asy)











































