Dapat 2 Emas, Prestasi Indonesia Merosot di IJSO III
Senin, 11 Des 2006 17:21 WIB
Jakarta - Indonesia berhasil menggondol 2 emas dalam International Junior Science Olympiad (IJSO) III di Sao Paolo, Brazil. Meski demikian, prestasi ini tidak segemilang olimpiade sebelumnya.Dalam olimpiade yang berlangsung 3-12 Desember ini, Tim Indonesia hanya menduduki urutan IV dengan perolehan dua emas, tiga perak, dan satu perunggu. Padahal dalam IJSO I dan II, tim Indonesia menyabet juara umum."Sebenarnya kemampuan dan prestasi anak-anaktidak merosot. Tapi, pesaing-pesaingnya jauh lebih siap ketimbang tim kita. Persiapannya, jauh lebih maju. Kita dua kali juara umum. Jadi, mereka benar-benar berusaha dengan persiapan maksimal," kata Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Depdiknas Bambang Wasito Adi.Hal itu disampaikan Bambang di gedung Depdiknas, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (11/12/2006).Meski demikian daftar penerima medali dari tim Indonesia belum didapat. Rencananya, para peserta olimpiade dari Indonesia akan kembali ke Tanah Air pada 14 Desember malam.IJSO adalah pertandingan sains antar pelajar SMP seluruh dunia. Pada tahun 2006 ini pesertanya berasal dari dari 36 negara, antara lain Taiwan , Korea , Rusia , India , Inggris, Jerman, Belanda , dan Thailand.Materi yang dipertandingkan dalam olimpiade ini adalah materi gabungan antara Fisika, kimia, dan biologi. Tingkat kesukaran soal kira-kira setingkat dengan SMA.Korsel berhasil menyabet juara umum pada Olimpiade 2006 ini dengan 6 emas. Posisi kedua ditempati tim Taiwan dengan lima emas, disusul Rusia tiga emas.Sedangkan Taiwan dan Jerman, masing-masing memperoleh satu emas. Hanya enam negara dari 32 negara peserta yang meraih emas. "Melalui ajang ini kita bisa memetakan prestasi dan posisi pendidikan di level yang sama di seluruh dunia. Untuk itu, tahun depan tim Indonesia harus lebih siap agar mampu bersaing ketat dengan tim-tim yang kuat lainnya," pungkas Bambang.
(nvt/nrl)











































