Pemilik Pangkalan Minyak Tanah di Medan Demo

Pemilik Pangkalan Minyak Tanah di Medan Demo

- detikNews
Senin, 11 Des 2006 14:38 WIB
Medan - Puluhan pemilik pangkalan minyak tanah menggelar aksi demo di Medan, Senin (11/12/2006). Mereka menolak rencana kerja sama Pertamina dan Pemerintah Kota Medan dalam penyaluran minyak tanah. Mereka tidak terima dinilai sebagai penyebab kelangkaan minyak tanah. Demo itu berlangsung di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis. Massa yang berjumlah sekitar 100 orang, datang dengan menggunakan sepeda motor dan membawa serta beberapa becak dayung berikut drum minyak tanah, yang selama ini digunakan untuk mengecer minyak tanah. Menurut Ny Esmina br Sipayung, 50 tahun, aksi demo yang mereka gelar pada hari ini merupakan bentuk protes atas rencana kerja sama PT Pertamina Unit Pemasaran I Medan dengan Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Mulai hari ini Pemko akan membeli semua minyak tanah dari 1.097 pangkalan di Medan untuk kemudian disalurkan langsung kepada masyarakat melalui aparat kelurahan dan kepala lingkungan setempat. Esmina br Sipayung mengakui, pangkalan tidak dirugikan atas masalah ini, karena Pemko Medan membayar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan, yakni Rp 2.250."Tapi, ke depan bisa saja nanti usaha kami menjadi hilang. Padahal dulu mengurusnya mahal. Lagipula tidak ada jaminan penyaluran akan baik. Selama ini justru kepala lingkungan yang banyak mengambil untuk ibunya, adiknya, dan keluarganya. Sama saja. Kami bersedia diawasi dengan ketat, tapi jangan menghilangkan usaha kami," kata Ermina yang memiliki pangkalan di Jalan Budi Luhur, Medan. Kerjasama Pertamina dan Pemko Medan dalam menyalurkan minyak tanah, dilatari kondisi kelangkaan yang terus terjadi di Medan. Untuk mengantisipasi kemungkinan penyaluran yang tidak pada tempatnya karena diduga ada permainan yang dilakukan sebagian pangkalan dengan spekulan penimbun. Pemko membeli semua minyak tanah yang disalurkan Pertamina melalui pangkalan, untuk seterusnya dijual tetap dengan harga eceran tertinggi. Pemko Medan tidak mengambil untung, malahan menyediakan anggaran tambahan bagi petugas kelurahan untuk penyaluran ini, guna memastikan masyarakat mendapatkan minyak tanah sesuai dengan kebutuhan. (rul/asy)


Berita Terkait