Tak Berbasis Fakta, Wakil Rakyat Ragukan DPR Lembaga Terkorup
Senin, 11 Des 2006 09:05 WIB
Jakarta -
Lembaga wakil rakyat atau DPR ditahbiskan TII (transparansi internasional Indonesia) sebagai lembaga terkorup. Namun dengan tegas hal ini disangsikan anggotanya."Itu hanya persepsi publik yang menunjukkan kalau di mata masyarakat DPR belum banyak berubah. Saya meragukan kalau itu berbasis fakta," kata Anggota Komisi III DPR Almuzzamil Yusuf, saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Senin (11/12/2006).Menurut politisi PKS ini, anggaran dari APBN untuk DPR hanya 0,2 persen, sedang 99 persen sisanya berada di luar lembaga ini yakni di eksekutif."Persepsi berbeda dengan penelitian dan ini tidak singkron dengan realita. Tapi ini memberi cambukan bagi DPR untuk memperbaiki diri," cetus Muzzamil.Namun dia mengakui bahwa korupsi memang terjadi di DPR, tapi itu tidak serta merta menjadikan DPR sebagai lemabaga yang terkorup. "Ya coba saja lihat jumlah uang yang ada di DPR, di eksekutif masih lebih besar. Apalagi birokrasi masih orang-orang lama," urainya.Muzzamil menambahkan jika tudingan korupsi di DPR dikarenakan tindakan penyelewengan yang dilakukan para anggota DPRD dan mereka dekat dengan masyarakat sehingga mudah dipantau."Banyak anggota DPRD yang melanggar PP 110, sehingga mereka banyak yang korupsi. Dan Saya menduga persepsi masyarakat ada di DPRD," tandasnya.
(ndr/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































