Luncurkan Buku, Kalla Bantah Ada Agenda Politik
Minggu, 10 Des 2006 23:13 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meluncurkan buku yang berisi kumpulan pidatonya. Sempat terdengar kabar jika ini adalah rencana JK, sebagai persiapan pencalonannya untuk menjadi presiden pada pemilu 2009 mendatang. Tapi dengan tegas hal ini dibantahnya."Buku ini memang tidak disiapkan untuk 2009. Buku ini memang tidak dimaksud menulis tentang logika pemerintahan, apa adanya sajalah yang kita kerjakan sehari-hari," kata Kalla dalam sambutannya saat peluncuran buku yang berjudul 'Berbekal Seribu Akal, Pemerintahan dengan Logika, Saripati Pidato Wapres Jusuf Kalla' di perpustakaan nasional, Jl Medan Merdeka Selatan, Minggu (10/12/2006).Selama 2 tahun menjabat sebagai Wapres, bagian pidato Kalla memang kerap jadi bahan polemik. Dia kerap berbicara secara spontan dan blak-blakan dalam menyampaikan pikiran barunya. Hal itu tampak ketika Kalla mengomentari soal pengawasan terhadap pondok pesantren, menolak penerapan sayrriat Islam, ujian nasional dan kenaikan drastis harga BBM, bahkan Hingga yang terbaru yaitu tentang hanya pengusaha yang berpeluang menjadi presiden.Kalla mengakui bahwa saat berpidato dirinya memang menyampaikan langsung apa yang terlintas dipikirannya pada saat itu. menurutnya, naskah yang disiapkan oleh stafnya tidak pernah dipakainya. Dia lebih memilih pidato tanpa teks."Karena kalau saya baca naskah pidato, artinya Wapres bacakan naskah pidato eselon II, tapi saya dapat banyak ide juga dari situ. Bahwa dengan berpikir sederhana bisa juga menjadi suatu hasil," imbuh Kalla.Kalla pun menyampaikan bahwa cetakan pertama buku ini dia berikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan tidak ada komplain dari presiden atas buku ini."Kalau ada komplain kan bahaya saya," cetus Kalla.Sementara itu menurut Ketua Tim Penyusun Buku Tomi Lebang, pembuatan buku ini sama sekali tidak mempunyai motivasi apapun."Tidak ada agenda apa pun dibalik buku ini, selain mengumpulkan kutipan pidato. Kalimat JK selalu jawaban alternatif, sering juga sindiran, tak heran sering timbulkan pedebatan," cetusnya.Dalam peluncuran buku ini, tampak hadir menteri-menteri dari kabinet Indonesia bersatu yaitu Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Perekonomian Boediono, Meneteri Pertanian Anton Apriantono, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menkominfo Sofyan Djalil, Menakertrans Erman Suparno, dan Mensos Bachtiar Chamsyah.Hadir pula Ketua DPR yang juga Wakil Ketua DPP Golkar Agung Laksono, tak ketinggalan Ketua MPR Hidayat Nurwahid, serta sejumlah tokoh yakni Ketua Umum PP Muhamadiyah Din Syamsuddin, Romo Mudji Sutrisno, Tanri Abeng, Komarudin Hidayat, Jacob Oetama dan juga artis Rieke Dyah Pitaloka.
(nwk/ndr)











































