Pasca Bentrokan TNI-Polri, Atambua Mencekam
Minggu, 10 Des 2006 19:31 WIB
Atambua - Pasca bentrokan TNI-Polri, situasi di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mencekam. Pantauan detikcom pada pukul 20.00 Wita, Minggu (10/12/2006) toko-toko dan sebagian besar rumah makan masih tutup. Para warga Atambua lebih memilih berada di dalam rumah. Mereka khawatir karena tersebar isu, bentrokan akan kembali pecah. Tak hanya itu, angkutan umum yang biasa beroperasi pada malam hari pun terlihat sudah tidak tampak. Arus lalu lintas pun terlihat lengang, hanya beberapa kendaraan yang melintas.Akibat bentrokan yang terjadi pada pukul 00.30 Wita ini, sebuah pos polisi lalu lintas Polsek Belu dan kantor Telkom Atambua, yang terletak di Jl Simpang Dua, mengalami kerusakan yang cukup parah akibat muntahan timah panas. Kerusakan terlihat pada lampu-lampu taman yang pecah, serta dinding yang bolong.Menurut Kepala Bidang Humas Polda NTT Kompol Marten Raja, kejadian ini akibat kesalahpahaman antara kedua belah pihak. "Kita masih melakukan penyelidikan motif insiden ini," ujar Marten.Marten menuturkan, bentrokan mengakibatkan rumah jabatan Kapolres dan wakapolres rusak berat dan Kapolda NTT Brigjen Pol Robert Sardum pun sudah berada di Atambua.Sementara itu, korban tewas yang bernama Praka Andika Edi Harta dari Yonif 744 SYD, rencananya jenazahnya akan diterbangkan ke kampung halamannya di Jawa Tengah pada Senin (11/12/06) pagi. Dan 2 korban lainnya yakni Sertu Heri dan Prada Bambang hingga kini masih dirawat intensif di RS Angkatan Darat, Kupang.
(ndr/ary)











































