Murid Azahari Dijenguk Ibunya di LP Kerobokan
Minggu, 10 Des 2006 16:55 WIB
Denpasar - Terpidana bom Bali II, Muhammad Cholily (29), yang sempat berguru merakit bom dari tokoh teroris Dr Azahari, dijenguk keluarganya di LP Kerobokan, Denpasar. Cholily yang divonis PN Denpasar 18 tahun penjara dijenguk untuk pertama kalinya oleh keluarganya, Minggu (10/12/2006). Ia divonis 8 September 2006 lalu. Cholily dijenguk oleh ibunya, Shofiah, bersama adiknya, Ahmad Amin. Kedatangan mereka didampingi pengacara Cholily yaitu Bambang Srianto dan Mudjito Rahman. Sofiah mendapat pemeriksaan ketat dari sipir LP Kerobokan. Sipir memeriksa kardus yang dibawa yang isinya hanya mie instan dan kebutuhan sehari-hari. Ibu Cholily mengaku kedatangan mereka ke LP Kerobokan hanya untuk melepas kangen kepada anaknya. Mereka berbincang hampir tiga jam. Namun, Sofiah enggan membeberkan pembicarannya dengan Cholily. "Tidak berbicara serius. Kita hanya ingin tahun keadaannya di sini," kata Shofiah. "Yang jelas kami senang karena dia sehat dan tambah gemuk," imbuh Ahmad Amin. Cholily divonis PN Denpasar karena terbukti terlibat dalam peledakan bom di Kuta dan Jimbaran pada 1 Oktober 2005. Cholily belajar merakit bom di kos tempat tewasnya Dr Azahari di Batu, Malang.
(gds/nrl)











































