Jamaah Aa Gym di Istiqlal Merosot
Minggu, 10 Des 2006 13:21 WIB
Jakarta - Jamaah Aa Gym di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, juga menurun seperti yang terjadi di Masjid Daarut Tauhiid, Bandung. Tampaknya sebagian fans Aa Gym -- mayoritas kaum perempuan -- masih dirundung kecewa atas keputusan Aa Gym menikahi Rini (37)."Begitu saya turun dari taksi, sudah kelihatan jamaahnya berkurang. Soalnya di depan biasanya macet, lha ini kok lancar," kata Setianingsih, warga Jembatan Lima, Pekapuran, Jakarta Barat, di Masjid Istiqlal untuk menghadiri pengajian Aa Gym, Minggu (10/12/2006). Tajuk pengajian Aa Gym hari ini adalah Indahnya Kasih Sayang. Pengajian ini disiarkan langsung oleh TPI pukul 13.00 WIB.Biasanya, jamaah Aa Gym di Masjid Istiqlal memenuhi lantai dasar hingga barisan belakang dan sebagian naik ke lantai 1 karena tidak kebagian. Tapi hari ini, lantai dasar hanya terisi separo.Setianingsih mengaku setiap ada Aa Gym di Istiqlal, dia selalu datang bersama keluarganya."Hari ini lebih sepi dibanding bulan-bulan lalu. Mungkin pengaruh Aa Gym nikah lagi," ujarnya.Perempuan 28 tahun ini mengaku syok dan tidak percaya ketika tahu Aa Gym menikah lagi. Tapi dia tetap menghadiri pengajian Aa Gym. "Saya ambil hikmah dan ilmunya saja. Kalau pribadinya itu urusan masing-masing," alasannya.Setianingsih mengaku tidak setuju poligami. "Baju saja kalau dipinjam kadang keberatan, apalagi suami. Walaupun itu sunnah Nabi, tapi hati kecil saya cemburukalau suami saya poligami," kata Setianingsih. Soal merosotnya jamaah Aa Gym juga diakui oleh Wati dari Depok. "Iya nih ini berkurang sekali, biasanya padat sekali," kata perempuan 27 tahun ini.Wati juga mengaku kaget Aa Gym berpoligami. Namun dia bisa memaklumi. "Tapi kalau bisa, jangan janda muda, tapi janda tua. Saya nggak percaya ada orang yang adil setelah Nabi," ujarnya.Ida Saidah dari Kramatjati, Jakarta Timur, juga melihat jumlah penggemar Aa Gym yang ke Istiqlal hari ini anjlok. Namun janda 57 tahun ini tidak keberatan Aa Gym menikah lagi. "Itu kan haknya dia," kata Ida yang tidak keberatan menjadi istri kedua ini.
(nrl/nrl)











































