Luapan Lumpur Tak Pengaruhi Penghentian Semburan
Minggu, 10 Des 2006 03:11 WIB
Sidoarjo -
Timnas Penanggulangan Semburan Lumpur Sidoarjo menyakinkan jika operasi penghentian semburan melalui 2 pemboran samping atau relief well tetap berjalan normal, meskipun terancam luapan lumpur.Rudi Novrianto Juru Bicara Timnas kepada detikcom mengatakan bahwa relief well -1 di Desa Jatirejo Kec Porong sampai saat ini memasuki tahap proses pemasangan chasing dan penyemenan."Agar menjadi kering semennya membutuhkan waktu kurang lebih 3 hari, sehingga harus berhenti sejenak. Tetapi ketika semen nanti kering maka akan dilanjutkan lagi proses pengeborannya," kata Rudi, Sabtu (9/12/2006).Hanya saja kata Rudi, khusus Relief well -2 yang berada di Desa Renokenongo sementara ini tidak beroperasi karena masih dalam proses pengamanan dari luberan lumpur akibat jebolnya tanggul di KM 38 Tol Surabaya - Gempol setelah terkena ledakan pipa gas Pertamina beberapa waktu lalu."Kita membutuhkan waktu 2 minggu untuk bisa operasi kembali," jelasnya.Konsultan MundurSelain itu, lanjut Rudi, konsultan asing yang selama ini ikut menangani operasi relief Well mengundurkan diri. "Saya tidak tahu alasannya apa. Tapi yang jelas mundurnya mereka ini tidak akan menganggu jalannya operasi," katanya singkat.Mengenai kabar tak sedap Lapindo tidak membayar sewa rig di Relief Well-1 ditepisnya. "Tidak betul itu, Relief well-1 memang sementara berhenti tapi bukan karena itu. Tapi berhenti menunggu keringnya penyemenan," jawabnya.
(gik/fjr)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































