Antisipasi Banjir Lahar Merapi, Pengerukan Kali Woro Dimulai
Sabtu, 09 Des 2006 23:43 WIB
Jakarta - Sebagai bagian penyelamatan pemukiman warga dan areal hutan lereng Merapi, Kali Woro yang selama ini menjadi tempat aliran luapan lahar Merapi ke sisi tenggara akan dikeruk dan dibangun tanggul. Pelaksananya adalah warga setempat yang dibayar dengan sebagian material pasir dan batu yang dikeruk. Pengerukan badan sungai Kali Woro tersebut dimulai Sabtu (9/11/2006) sore ditandai dengan selamatan yang dilakukan oleh warga. Meskipun secara resmi dimulai hari ini, namun pengerukan baru akan dilakukan Minggu besok karena alat berat yang didatangkan dari Solo baru tiba Sabtu petang. Pengerukan badan sungai itu dilakukan atas kerjasama Pemkab Klaten, Perum Perhutani dan warga sekitar melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten. Wakil Administratur Perhutani KPH Surakarta, Mustopo, mengatakan pengerukan badan sungai itu selain menghindarkan lahar panas maupun dingin dari Merapi memasuki pemukiman di kawasan wisata Deles, juga berfungsi mengamankan puluhan hektar hutan di pinggir Kali Woro yang berpotensi tergerus setiap terjadi erupsi. Tahapan yang akan dilakukan adalah mengeruk material di tengah badan sungai yang nantinya akan dijadikan untuk membuat talud di pinggir sungai agar tebing jurang menjadi lebih landai. Talud tersebut akan berfungsi sebagai tanggul penahan lahar lahar agar tidak tumpah ke pemukiman. "Selanjutnya diadakan penanaman pohon tanaman keras sebagai penguat tanah. Tanaman yang kami persiapkan adalah akasia dekuren, dengan pertimbangan batang dan biji pohon tersebut lebih tahan menghadapi lahar maupun awan panas yang menyerang saat terjadi letusan," ujar dia. Camat Kemalang, Herlambang, mengatakan proyek pengerukan dan pembuatan tanggul tersebut akan memakan waktu sekitar empat hingga enam bulan kedepan. Sebagai pelaksana di lapangan adalah warga setempat dengan kompensasi sebagian material hasil kerukan akan diberikan kepada warga. "Warga setempat telah menyetujui kompensasi tersebut karena mereka sendiri juga menyadari sepenuhnya bahaya lahar setiap saat bisa mengenai pemukimannya. Selama ini pemukiman Deles hanya tertutup oleh bukit kecil yang sewaktu-waktu dapat dilompati lahar jika lahar datang dalam jumlah sangat besar," pungkas dia.
(mbr/fjr)











































