Poligami Aa Gym di Koran Belanda
Sabtu, 09 Des 2006 16:32 WIB
Den Haag - Nama membuat berita. Aa Gym berpoligami, gegernya sampai ke seantero bumi. Koran Belanda menyorot hiruk-pikuk buntut poligami Aa Gym.Koran de Volkskrant dalam berita hari ini, 9/12/2006, menulis bahwa langkah Aa Gym menambah istri itu telah membuat poligami menjadi diskusi terbuka di Indonesia. Keputusan penceramah televisi yang populer itu menimbulkan badai. Isu poligami telah berhari-hari mendominasi media Indonesia, aktifis HAM ribut, fans Aa Gym ramai-ramai menjauhinya, pemerintah mempertimbangkan untuk memperketat peraturan perkawinan, sebaliknya para pemimpin agama menyerukan agar orang tidak mengusik poligami.Perkawinan kedua Aa Gym (44) dengan Alfarini Eridani (37), mantan fotomodel dan janda beranak tiga, diumumkan bersama istri pertamanya Teh Nini melalui radio. Teh Nini mengaku ikhlas, namun langkah tersebut sia-sia. Penceramah itu dihujani SMS dari para jamaahnya.Koran ini juga memaparkan popularitas Aa Gym yang luarbiasa, lengkap dengan kerajaan bisnis yang telah dibangunnya. Sampai-sampai dia dipandang sebagai calon presiden mendatang. Kemugkinan perkawinan keduanya bisa menghentikan langkahnya. Di mata banyak orang Aa Gym dulu adalah suami dan ayah ideal, kini tiba-tiba tidak lagi, tulis de Volkskrant.Tapi berkat popularitas Aa Gym topik poligami kini bisa menjadi bahasan terbuka di Indonesia, yang dua tahun lalu baru sebatas menjadikan bahan guyonan di dalam rumah tentang Wapres Hamzah Haz yang istrinya empat orang. Kini poligami menghiasi media secara terbuka.Tidak hanya itu, gelombang isu poligami itu bahkan mendorong pemerintah untuk meninjau ulang UU Perkawinan Tahun 1974. Namun para pemimpin agama menyerukan agar pemerintah tidak melarang apa yang dibolehkan Tuhan. Kalangan DPR juga mengingatkan, melarang poligami akan memicu pelacuran dan hubungan di luar nikah.Pemerintah Indonesia bermaksud melarang poligami untuk kalangan lebih luas, tidak hanya PNS dan militer. Tapi Aa Gym tidak memberi contoh baik, demikian de Volkskrant.
(es/es)











































